Berita

Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Ketua Dewan Penasihat Panitia Imlek Nasional, Mari Elka Pangestu (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube CNBC)

Bisnis

Imlek dan Ramadan 2026 Jadi Momentum Dongkrak Konsumsi Kuartal I

JUMAT, 13 FEBRUARI 2026 | 08:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah melihat momentum perayaan Imlek dan Ramadan yang berdekatan pada awal 2026 sebagai peluang untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan menjaga pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional sekaligus Ketua Dewan Penasihat Panitia Imlek Nasional, Mari Elka Pangestu, dalam program Closing Bell CNBC. 

Ia menyebut konsumsi pada kuartal IV 2025 tumbuh cukup baik, bahkan berada di atas 5 persen, dan diharapkan tren tersebut berlanjut pada awal tahun ini.


“Kuartal pertama seharusnya sangat terbantu oleh peningkatan konsumsi karena ada Imlek, Ramadan, Lebaran, bahkan Nyepi dan hari raya lainnya yang berkumpul di periode ini,” ujar Mari, dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 13 Februari 2026.

Menurut Mari, perayaan keagamaan dan budaya yang jatuh berdekatan ini akan mendorong berbagai sektor ekonomi. 

Kenaikan konsumsi diperkirakan terjadi pada sektor ritel, makanan dan minuman, transportasi, perhotelan, hingga restoran.

Tradisi mudik menjelang Lebaran juga disebut menjadi pendorong signifikan, terutama bagi sektor transportasi dan akomodasi. Bahkan, fenomena tiket perjalanan yang sudah habis terjual meski Ramadan belum dimulai menjadi sinyal kuat adanya lonjakan permintaan.

“Konsumsi pasti naik. Ritel naik, makanan dan minuman naik, transportasi naik karena mudik, hotel dan restoran juga meningkat. Semua ini membantu mendorong konsumsi di kuartal pertama,” jelasnya.

Meski demikian, Mari mengakui dorongan konsumsi tersebut bersifat musiman. Namun, fenomena pertemuan kalender lunar dan hijriah yang membuat Imlek dan Ramadan berdekatan diperkirakan akan berlangsung selama sekitar tiga tahun ke depan.

Artinya, kuartal pertama dalam beberapa tahun mendatang berpotensi tetap mendapatkan “booster” konsumsi serupa.

“Tapi pertanyaannya memang bagaimana dengan kuartal kedua,” katanya.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan setelah periode musiman berlalu, Mari menilai peran pemerintah menjadi krusial. Jika daya beli berpotensi melemah pada kuartal berikutnya, maka stimulus ekonomi sebaiknya difokuskan pada periode tersebut.

Selain itu, penciptaan lapangan kerja melalui peningkatan investasi juga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat.

Ia menyinggung pertemuan Presiden dengan pelaku usaha yang mengusung semangat “Indonesia Incorporated”, yakni kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha untuk mendorong investasi dan pembukaan lapangan kerja.

“Kalau tidak ada pendapatan, tidak ada belanja,” tegasnya.

Dengan konsumsi rumah tangga yang masih menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional, momentum Imlek dan Ramadan 2026 dinilai menjadi peluang strategis untuk memperkuat kinerja ekonomi di awal tahun, sembari menyiapkan strategi menjaga daya tahan konsumsi pada kuartal-kuartal berikutnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya