Berita

Ilustrasi

Bisnis

Dominasi Produk Impor di Marketplace Ancaman Serius bagi UMKM

KAMIS, 12 FEBRUARI 2026 | 16:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kementerian UMKM mengungkap bahwa 90 persen produk di platform e-commerce besar seperti Shopee dan TikTok Shop merupakan produk impor.

Menurut Anggota DPR RI, Izzuddin Alqassam Kasuba, kondisi ini sebagai ancaman serius terhadap kedaulatan digital dan keberlangsungan UMKM Indonesia yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Dalam evaluasinya, Alqassam menyatakan bahwa membanjirnya komoditas asing dengan harga predator (predatory pricing) telah menciptakan ekosistem persaingan yang tidak sehat. Menurutnya, tanpa proteksi yang kuat, produk lokal akan terus terpinggirkan di rumahnya sendiri.


“Data 90 persen produk impor ini adalah alarm keras. Kita sedang menyaksikan invasi produk asing dalam bentuk digital yang mendistorsi harga pasar. Jika ruang gerak UMKM terus dipersempit oleh barang impor murah, kita tidak hanya kehilangan potensi ekonomi, tetapi juga kehilangan lapangan pekerjaan bagi jutaan rakyat,” ujar Alqassam lewat keterangan resminya, Kamis, 12 Februari 2026.

Di sisi lain, Alqassam menyampaikan apresiasi atas keberanian Kementerian UMKM, melalui Deputi Bidang Usaha Kecil Temmy Satya Permana, yang secara terbuka memetakan masalah ini ke publik. Baginya, keterbukaan data ini adalah langkah awal yang krusial untuk menyusun regulasi yang lebih tepat sasaran.

Alqassam memberikan beberapa catatan penting. Pertama, ia mendesak adanya regulasi dan pengawasan yang lebih tajam terhadap arus masuk barang dari luar negeri melalui platform digital agar tidak merusak struktur pasar domestik.

Kedua, ia meminta pemerintah mengatur batas bawah harga sebagai bentuk proteksi terhadap nilai jual produk lokal, sehingga praktik predatory pricing tidak semakin menekan pelaku UMKM.

Ketiga, ia menuntut platform e-commerce untuk menghadirkan keadilan algoritma dengan memberikan porsi visibilitas yang lebih besar bagi pengusaha domestik agar produk lokal memiliki kesempatan bersaing yang setara.

Secara spesifik, Alqassam menaruh harapan besar agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada pelaku UMKM di wilayah Indonesia Timur, khususnya di Maluku Utara.

Baginya, tantangan UMKM di timur jauh lebih berat karena harus berhadapan dengan biaya logistik yang tinggi sekaligus bersaing dengan barang impor murah di pasar digital.

“Saya berharap pemerintah segera melahirkan solusi konkret yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal. Kita ingin melihat produk-produk unggulan dari Maluku Utara dan wilayah timur lainnya bisa merajai marketplace kita, bukan justru tenggelam oleh produk asing. Kedaulatan ekonomi harus dimulai dari keberpihakan pada produk negeri sendiri,” pungkasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya