Berita

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani. (Foto: Dokumentasi Satgas Damai Cartenz 2026)

Presisi

Pilot Pesawat Smart Air Sempat Kirim Pesan Darurat Sebelum Tewas Tertembak

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 17:17 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pesawat Smart Air PK-SNR yang terbang dari Bandara Tanah Merah dilaporkan ditembak oleh orang tak dikenal (OTK) saat proses pendaratan di Bandara Koroway Batu (Danowage), Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu, 11 Februari 2026 sekitar pukul 11.17 WIT.

Akibat serangan ini, dua awak pesawat dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak, yakni Kapten Egon Erawan selaku pilot dan Baskoro sebagai co-pilot. 

Bahkan, keduanya sempat mengirim pesan darurat melalui perangkat GPS sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sekitar landasan.


Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang sipil, yang selamat dan menyelamatkan diri ke area hutan di sekitar bandara saat tembakan terdengar dari arah pepohonan di sisi landasan.

Sore ini, pasukan Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Sedangkan, besok pagi tambahan pasukan yang dipimpin langsung Kaops Damai Cartenz akan menyusul guna memperkuat proses penyelidikan serta pengejaran terhadap para pelaku.

“Kami sangat berduka atas gugurnya dua awak pesawat yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah pedalaman. Tindakan penembakan terhadap penerbangan sipil adalah kejahatan serius. Satgas Damai Cartenz bergerak cepat untuk mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memburu pelaku agar dapat diproses sesuai hukum,” tegas Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangan resmi.

Faizal pun memastikan bahwa kehadiran aparat bukan hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga memberi rasa aman bagi masyarakat di wilayah terpencil yang bergantung pada transportasi udara.

Senada dengan itu, Waka Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Adarma Sinaga menyampaikan bahwa pengamanan jalur penerbangan sipil di pedalaman akan diperketat.

“Pesawat perintis adalah urat nadi kehidupan masyarakat pedalaman Papua. Kami tidak akan membiarkan aksi teror seperti ini mengganggu akses logistik, kesehatan, dan mobilitas warga. Langkah penindakan dan pengejaran pelaku sedang berjalan,” pungkas Adarma.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya