Berita

Ilustrasi (Gambar: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Stagnan: Saham Ferrari Melaju Kencang

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar ekuitas Eropa bergerak variatif dan cenderung stagnan pada perdagangan Selasa 10 Februari 2026 waktu setempat.

Indeks STOXX 600 ditutup melemah tipis 0,07 persen ke level 620,97, tertahan tepat di bawah rekor tertingginya akibat tarik-menarik antara rilis kinerja korporasi yang kontras.

Sektor energi merosot 1,6 persen dipicu anjloknya saham BP sebesar 6,1 persen. Keputusan raksasa migas ini untuk menghentikan program buyback saham setelah mencatat penghapusan nilai aset energi terbarukan menjadi sentimen negatif utama. 


Sektor asuransi juga tertekan 1,8 persen akibat kekhawatiran disrupsi teknologi AI.

Sektor otomotif justru melesat 2,5 persen berkat performa impresif Ferrari yang sahamnya melonjak 10,2 persen, kenaikan harian terbesar sejak 2020, setelah merilis proyeksi laba yang optimistis. 

Sentimen positif ini menular ke sektor barang mewah, di mana saham induk Gucci yaitu Kering, melompat 10,9 persen setelah mencatatkan kinerja penjualan yang lebih baik dari ekspektasi.

Secara regional, indeks DAX Jerman dan FTSE Inggris kompak melemah, sementara CAC Prancis berhasil parkir di zona hijau. 

DAX turun 0,11 persen atau 27,02 poin menjadi 24.987,85. FTSE 100 Inggris melemah 0,31 persen atau 32,39 poin ke posisi 10.353,84. Sedangkan CAC Prancis menguat 0,06 persen atau 4,60 poin menjadi 8.327,88.

Meski bergerak terbatas, bursa Eropa sejauh ini masih mengungguli S&P 500 sepanjang tahun berjalan (YTD). Investor kini mulai mengalihkan fokus pada saham siklikal di Eropa sembari menanti data inflasi AS yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga global.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya