Berita

Hector Souto Vázquez (Foto: Instagram @timnasfutsal)

Publika

Hector Souto, Pelatih yang Bawa Timnas Futsal Tembus Final Piala Asia

RABU, 11 FEBRUARI 2026 | 06:02 WIB

SAYA masih belum move on soal penampilan spartan Timnas Futsal kita. Mereka tembus ke final jelas karena sang pelatih, Hector Souto. Kali ini saya ingin mengenalkan beliau. 

Hector Souto Vázquez, pria kelahiran Chantada, Galicia, Spanyol, 7 Desember 1981. Ia memilih percaya pada anak-anak Indonesia, anak kampung yang besar dengan sambal belacan, tempoyak, dan daun singkong. 

Mereka ia jadikan penantang sah singgasana Asia. Ini bukan dongeng motivasi murahan. Ini data, keringat, dan sejarah.


Ia datang dengan bekal panjang. Karier kepelatihannya dimulai sejak awal 2000-an di Spanyol, mengasah naluri taktik di klub-klub seperti SD Chantada dan O Parrulo Ferrol di LNFS, liga futsal paling keras di Eropa. 

Di sana ia belajar satu hal penting, bakat tanpa sistem hanyalah keributan yang indah tapi sia-sia. Pengalaman itu ia bawa ke Asia, termasuk saat menangani Vietnam U-20, hingga akhirnya berlabuh di Indonesia pada 2021/2022 bersama Bintang Timur Surabaya. 

Hasilnya bukan kata-kata manis, melainkan dua gelar Liga Futsal Profesional dan trofi AFF Futsal Club 2022. Data tidak bisa disanggah.

Ketika Federasi Futsal Indonesia menunjuknya sebagai pelatih kepala Timnas pada 15 Agustus 2024, banyak yang ragu. Indonesia dianggap punya bakat, tapi rapuh secara mental, liar secara taktik. 

Souto melihatnya berbeda. Ia melihat anak-anak kampung yang lapar, terbiasa hidup keras, hanya belum diberi peta. Maka ia menggambar peta itu. 

Latihan diperketat, detail kecil diperbesar, kesalahan diulang sampai pemain sendiri muak untuk mengulanginya lagi. Disiplin bukan untuk mengekang, tapi untuk membebaskan.

Di dunia sepak bola, kita pernah melihat contoh serupa. Sejak Michael Carrick duduk sebagai pelatih sementara, Manchester United meraih empat kemenangan. 

Salah satunya bahkan menonjol: MU menghajar Tottenham Hotspur yang bermain dengan sepuluh orang. Bukan karena sihir, melainkan karena struktur sederhana dikembalikan, peran diperjelas, dan pemain diberi kepercayaan. 

Souto melakukan hal yang sama di futsal Indonesia, hanya dengan bahan baku yang jauh lebih sering diremehkan.

Gaya kepelatihannya dikenal sebagai “The Souto Way”: kolektif, terstruktur, dan tanpa bintang manja. Tidak ada pemain yang kebal kritik. 

Semua sama di mata sistem. Ia meracik bakat lokal seperti meracik masakan rumahan, bahan sederhana, tapi dimasak dengan teknik yang tepat. 

Pemain diajari membaca ruang, menekan dengan otak, bukan hanya dengan paru-paru. Ia membentuk mental, menghadapi Thailand, Jepang, atau Iran bukan soal minder, melainkan soal eksekusi.

Hasilnya terlihat cepat. Sejak 2024 hingga 2026, Indonesia menjelma menjadi tim yang konsisten. 

Juara Piala AFF Futsal 2024, emas SEA Games 2025, dan sederet kemenangan meyakinkan atas Malaysia, Thailand, Vietnam, Australia, hingga Jepang. 

Lawan-lawan Asia yang dulu dipandang seperti dewa, kini diperlakukan sebagai manusia biasa yang bisa dikalahkan jika ditekan dengan cara yang benar. 

Di balik itu, Souto juga dipercaya sebagai Direktur Teknik FFI sejak 2025, menandakan perannya bukan sekadar pelatih, tapi pembangun fondasi jangka panjang. 

Kontraknya diperpanjang hingga 2028, dengan target yang dulu terdengar mustahil, Piala Dunia Futsal.

Yang paling mengesankan, Souto tidak terbuai pujian. Ia justru lantang menyebut Indonesia masih kekurangan fasilitas, masih perlu banyak perbaikan. 

Sindiran halus bagi negeri yang sering menuntut prestasi instan tapi pelit pada infrastruktur. 

Ia mengajarkan, kebanggaan nasional tidak lahir dari seremoni, melainkan dari latihan berulang yang membosankan.

Hector Souto adalah bukti bahwa kehebatan tidak selalu datang dengan teriakan. Kadang ia hadir dalam bisikan taktik, diagram papan tulis, dan kepercayaan penuh pada anak-anak Nusantara. 

Di tangannya, futsal Indonesia berhenti bermimpi dan mulai menantang. Asia, mau tak mau, harus mengakui, Indonesia kini punya arsitek.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Komisi XIII DPR Segera Panggil Pejabat Terkait soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Ajukan Kasasi, Nadiem Tak Akan Menerima Hasil Apapun di Luar Bebas

Kamis, 24 September 2026 | 14:25

Respons Demo Buruh, Dasco: RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Rampung Oktober 2026

Kamis, 24 September 2026 | 14:15

PAN: Ambang Batas Parlemen Perlu Hati-hati, Jangan Lebih dari 4 Persen

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Usai Antar Giuseppe Garibaldi, Perwakilan Angkatan Laut Italia Temui Prabowo

Kamis, 24 September 2026 | 14:03

Dasco Pastikan DPR Dalami Temuan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 | 13:58

MGLV Kantongi Fasilitas BNI, Ekspansi Data Center Jababeka dan Batang Digenjot

Kamis, 24 September 2026 | 13:51

Demo Buruh di Depan UOB Plaza: Jalur Utama Jakarta Pusat Dialihkan!

Kamis, 24 September 2026 | 13:40

Hakim Banding Pangkas Vonis Nadiem

Kamis, 24 September 2026 | 13:39

UU Pengaturan Reforma Agraria jadi Kado Manis Petani untuk Berdaulat

Kamis, 24 September 2026 | 13:32

Selengkapnya