Berita

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto (paling kanan) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Pertahanan

DPR Sambut Baik Hibah Kapal Jepang Asal Jangan Mendikte

SELASA, 10 FEBRUARI 2026 | 15:02 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi I DPR mendukung dan menyambut baik Indonesia mendapatkan hibah kapal dari Pemerintah Jepang. 

Kendati demikian, bantuan tersebut diharapkan tidak disertai kepentingan yang berpotensi mendikte kebijakan nasional.

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto mengungkapkan bahwa, seluruh mekanisme pemberian hibah telah dilalui sesuai prosedur dan disetujui oleh seluruh fraksi.


“Ya kalau bahasa sederhananya, kalau kita dibantu kita senang. Tetapi yang kita underline adalah jangan sampai bantuan ini mendikte,” kata Utut di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Ia menegaskan bahwa Jepang merupakan sahabat lama Indonesia. Persetujuan hibah kapal tersebut, lanjut Utut, telah disepakati sejak 7 Januari lalu melalui Charge d’Affaires atau Kuasa Usaha Jepang di Indonesia, mengingat Duta Besar Jepang saat itu belum bertugas.

“Awal dirintis oleh saudara Dirjen Kuathan, saudara Marsekal Muda Haris. Jadi perjalanannya sudah melalui tahapan dan hari ini persetujuan,” jelasnya.

Utut menambahkan, mekanisme berikutnya adalah pengesahan di Rapat Paripurna DPR. Setelah itu, kapal hibah tersebut baru akan dikirim ke Indonesia untuk kemudian dimanfaatkan.

“Nanti tentu kementerian yang mengatur, biasanya kalau kapal ya ke Angkatan Laut. Kurang lebih seperti itu dari saya. Makasih,” pungkas Utut.

Pemerintah Jepang sebelumnya telah memberikan hibah satu unit kapal patroli berukuran 85,6 meter kepada Bakamla RI untuk meningkatkan kapasitas keamanan maritim. Kapal itu dibangun di Mitsubishi Shipbuilding Co., Ltd. pada tahun 2027 melalui JICA.

Selain Bakamla, kapal patroli itu juga digunakan TNI AL untuk memperkuat patroli keamanan laut di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya