Berita

Kolase Prof. Widjojo Nitisastro dan peristirahatan terakhir di TMP Kalibata. (Foto: Wikipedia)

Publika

Mengenang Prof. Widjojo Nitisastro

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 17:57 WIB

DI bawah naungan langit yang teduh, kita berdiri di hadapan peristirahatan terakhir seorang raksasa intelektual bangsa. Bukan sekadar nisan yang kita hadapi, melainkan sebuah monumen dedikasi dari sosok yang seluruh hidupnya dihibahkan untuk tegaknya kedaulatan ekonomi Indonesia.

Pikiran kita melayang jauh ke tahun 1945. Di sini berbaring sosok yang pada masa mudanya tidak memilih berlindung di balik buku, melainkan memanggul senjata. Sebagai anggota Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP), Widjojo Nitisastro muda adalah saksi hidup dan nyaris menjadi martir dari dahsyatnya pertempuran di Ngaglik dan Gunung Sari, Surabaya.

Ia telah mencicipi desing peluru dan bau mesiu sebelum ia menyentuh angka-angka statistik pembangunan. Semangat juang di medan laga itulah yang kemudian ia transformasikan menjadi perjuangan melawan kemiskinan dan keterpurukan bangsa.


Widjojo sebagai Begawan Ekonomi

Bagi kita, Prof. Dr. Widjojo Nitisastro adalah kompas. Beliau adalah pemimpin tim "Mafia Berkeley" yang dengan tangan dingin dan kejernihan berpikir, meletakkan fondasi pembangunan ekonomi nasional di masa-masa tersulit. Keteladanan beliau bukan hanya pada kecerdasannya, melainkan pada kesederhanaan dan integritasnya yang tak tergoyahkan.

Saat kelopak bunga ini menyentuh bumi, kita tidak hanya menebarkan wangi, tetapi juga menanamkan kembali nilai-nilai luhur yang beliau tinggalkan.

Keberanian untuk mengambil keputusan sulit demi rakyat. Ketajaman berpikir yang berbasis pada data dan realita.

Kesetiaan tanpa batas pada Ibu Pertiwi, dari palagan Surabaya hingga meja perundingan dunia.

Selamat beristirahat dengan tenang, Prof. Widjojo. Tugasmu telah usai, namun visi dan darma baktimu akan terus mengalir dalam setiap derap langkah pembangunan negeri ini. Kami, Komenwa Indonesia generasi penerusmu, berjanji untuk terus menjaga nyala api perjuangan yang telah engkau sulut sejak masa mudamu di TRIP hingga akhir hayatmu.

Kami Komenwa Indonesia akan melanjutkan perjuangan TRIP dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan  sampai titik darah penghabisan. Merdeka!!

Dr. Datep Purwa Saputra
Panglima Komenwa Indonesia.


Populer

UPDATE

Selengkapnya