Berita

Liu Xiaodong diamankan Imigrasi Entikong (Foto: Dokumen Imigrasi Entikong)

Hukum

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

SENIN, 09 FEBRUARI 2026 | 11:16 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Warga negara asing (WNA) asal China, Liu Xiaodong, tersangka kasus dugaan pencurian emas seberat 774 kilogram di wilayah konsesi PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), diamankan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, Entikong, Kalimantan Barat, saat diduga hendak melarikan diri.

Kepala Kantor Imigrasi Entikong, Fitra Izharry, menjelaskan bahwa pihaknya hanya melakukan pendalaman karena Liu Xiaodong masuk dalam daftar Subyek of Interest (SOI) saat melintas pada Jumat, 6 Februari 2026.

“Sudah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Ketapang. Imigrasi Entikong tidak melakukan penangkapan. Yang bersangkutan masuk dalam Subyek of Interest (SOI) saat melintas sehingga dilakukan pendalaman oleh petugas. Namun, pada dasarnya ini bukan domain Imigrasi, sehingga telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Ketapang. Untuk detailnya silakan ditanyakan ke sana,” kata Fitra kepada RMOL, Senin, 9 Februari 2026.


Sebelumnya, Liu Xiaodong berstatus tahanan rumah berdasarkan penetapan hakim Pengadilan Negeri (PN) Ketapang. Namun, ia dilaporkan tidak berada di lokasi penahanan dan diduga meninggalkan wilayah Ketapang tanpa izin.

Liu Xiaodong kemudian bergerak menuju Entikong, wilayah perbatasan di Kabupaten Sanggau yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Di kawasan tersebut, ia diamankan sebelum diserahkan kepada aparat penegak hukum terkait untuk proses lebih lanjut.

Perkara Liu Xiaodong telah dinyatakan lengkap (P21) dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang untuk proses penuntutan. 

Kasus ini juga telah terdaftar dan mulai disidangkan di PN Ketapang dengan nomor perkara 81/Pid.B/2026/PN Ktp. Sidang perdana dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026.

Liu Xiaodong diketahui ditahan oleh hakim PN Ketapang sejak 4 Februari hingga 5 Maret 2026 dengan status tahanan rumah.

Menanggapi dugaan upaya pelarian tersebut, penasihat hukum PT SRM, Wawan Ardianto, meminta aparat kepolisian mengusut secara tuntas.

“Perlu dilakukan investigasi siapa saja yang terlibat, termasuk pihak yang membawa Liu Xiaodong dari tahanan rumah sampai ke Entikong. Tidak mungkin dia berangkat sendiri,” ujar Wawan.

Ia menilai peristiwa tersebut harus dibuka secara terang agar publik memahami kinerja aparat penegak hukum (APH).

“Hal ini penting untuk mencegah persepsi negatif terhadap APH. Perlu ditelusuri sejak tersangka keluar dari rumah hingga tiba di Entikong, bersama siapa saja. Itu sangat penting untuk diinvestigasi,” katanya.

Wawan juga menyoroti dikabulkannya penangguhan penahanan menjadi tahanan rumah.

“Untuk tahanan rumah mestinya ada banyak pertimbangan, termasuk potensi melarikan diri. Liu sebelumnya pernah divonis satu tahun penjara karena penganiayaan, lalu kembali melakukan tindak pidana. Ditambah lagi statusnya sebagai warga negara asing. Jika ditahan di rumah, siapa yang bertanggung jawab?” jelasnya.

Terkait peran Liu Xiaodong dalam perkara dugaan pencurian listrik dan penggunaan bahan peledak, Wawan menyebut Liu berada di lokasi kejadian di wilayah izin usaha pertambangan PT SRM berdasarkan keterangan saksi.

“Selama proses BAP, berdasarkan keterangan saksi-saksi, peranan Liu Xiaodong berada di lokasi PT Sultan Rafli Mandiri. Jika memang ada tambang emas di sana, dia menggunakan listrik untuk menjalankan mesin dan bahan peledak untuk mendapatkan batu ore. Saat itu mereka melakukan produksi,” pungkas Wawan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya