Momen pertemuan Bahlil Lahadalia dan Joko Widodo. (Foto: Istimewa)
Momen pertemuan Bahlil Lahadalia dan Joko Widodo. (Foto: Istimewa)
"Sikap Bahlil ini juga mencerminkan kalkulasi politik bahwa ia menghindari stigma pengkhianat, jika malah mengikuti arus Jokowi yang membicarakan Gibran atau Prabowo-Gibran dua periode," kata pengamat politik Citra Institute, Efriza kepada RMOL, Minggu 8 Februari 2026.
Efriza memperkirakan, pernyataan menggantung Bahlil yang terus berulang adalah rangka untuk memeberikan citra positif pada dirinya dan Golkar, bahwa seolah-olah mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran sampai akhir masa pemerintahan.
Populer
Senin, 21 September 2026 | 03:25
Minggu, 20 September 2026 | 14:18
Selasa, 15 September 2026 | 13:16
Minggu, 20 September 2026 | 18:58
Senin, 21 September 2026 | 13:33
Minggu, 20 September 2026 | 05:26
Selasa, 15 September 2026 | 09:40
UPDATE
Jumat, 25 September 2026 | 10:16
Jumat, 25 September 2026 | 10:15
Jumat, 25 September 2026 | 10:06
Jumat, 25 September 2026 | 09:58
Jumat, 25 September 2026 | 09:50
Jumat, 25 September 2026 | 09:48
Jumat, 25 September 2026 | 09:34
Jumat, 25 September 2026 | 09:30
Jumat, 25 September 2026 | 09:28
Jumat, 25 September 2026 | 09:00