Berita

Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Politik

Indonesia Harus Belajar dari Iran soal Ancaman Internet Satelit

JUMAT, 06 FEBRUARI 2026 | 03:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah diminta untuk tidak mengulang kesalahan negara lain dalam mengelola ruang digital nasional. Pasalnya, hal itu sangat penting dalam mewujudkan kedaulatan negara dalam bingkai ketahanan nasional. 

"Indonesia harus belajar dari pengalaman Iran, yang dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan serius terhadap kedaulatan negaranya melalui pemanfaatan internet satelit asing, termasuk Starlink, saat terjadi gelombang kerusuhan domestik," kata Direktur Eksekutif Semar Institut, Tunjung Budi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 5 Februari 2026.

Menurut dia, perhatian pemerintah yang saat ini banyak tersedot pada pengamanan SIM Card berbasis biometrik belum menyentuh akar persoalan keamanan digital yang lebih strategis. 


Di saat yang sama, penggunaan Starlink secara perseorangan berkembang tanpa pendataan dan pengawasan memadai, sehingga berpotensi menciptakan ruang komunikasi di luar kendali negara.

“Pengalaman Iran menunjukkan bahwa internet satelit dapat digunakan untuk memotong kontrol negara, memfasilitasi koordinasi aksi massa, dan membuka ruang masuk kepentingan asing. Ini bukan isu teknis, tetapi ancaman langsung terhadap kedaulatan,” urainya. 

Ia menegaskan bahwa Starlink bukan sekadar layanan internet biasa, melainkan bagian dari arsitektur komunikasi global yang tidak bisa dilepaskan dari kepentingan geopolitik negara-negara besar. 

"Ketika infrastruktur tersebut digunakan secara bebas di dalam negeri, negara berisiko kehilangan kendali atas arus data strategis yang melintas di wilayah kedaulatannya sendiri," jelas dia. 

Tunjung juga menyoroti adanya indikasi keterlibatan agen-agen intelijen asing dalam memanfaatkan jaringan komunikasi satelit di negara-negara yang tengah mengalami instabilitas politik, termasuk Iran. 

Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi peringatan dini bagi Indonesia agar tidak bersikap reaktif setelah masalah muncul.

“Ancaman hari ini tidak selalu datang melalui senjata atau pasukan militer. Kontrol data, informasi, dan jaringan komunikasi adalah bentuk baru dari perebutan kedaulatan,” ujarnya.

Ia menilai pembiaran terhadap penggunaan internet satelit asing tanpa regulasi ketat berpotensi menciptakan blind spot keamanan nasional, yang dapat dimanfaatkan untuk operasi intelijen, penyebaran disinformasi, hingga disrupsi stabilitas sosial dan politik.

"Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama lembaga terkait untuk segera menyusun kebijakan terpadu, mencakup pendataan kepemilikan Starlink perseorangan, pembatasan fungsi dan wilayah penggunaan, serta integrasi pengawasan keamanan siber nasional," tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kejagung Diminta Awasi Ekstra Proyek Pembangunan IKN

Selasa, 22 September 2026 | 22:15

Suahasil Beberkan Tiga Jurus Perkuat Pengawasan Bea Cukai, Apa Saja?

Selasa, 22 September 2026 | 21:51

KPK Didesak Periksa Nusron agar Tak Muncul Spekulasi Liar

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Jangan Omon-omon, Pelaksanaan MBG Harus Dipersempit ke Daerah 3T

Selasa, 22 September 2026 | 21:21

Raja Juli Sepi, Muncul Nusron

Selasa, 22 September 2026 | 21:12

Pakai Amine System, SP-ABG Pertamina Turunkan CO2 pada Gas jadi 5%

Selasa, 22 September 2026 | 21:07

Selebgram Jule Hanya Pemakai Etomidate, Bukan Pengedar

Selasa, 22 September 2026 | 20:54

Wacana Pencalonan Presiden-Wapres Cukup Didukung Dua Fraksi Ingkari Putusan MK

Selasa, 22 September 2026 | 20:36

KPK Kembali Sita Mobil Vinna Ledy Anggraheni Hasil Pemberian Pengusaha

Selasa, 22 September 2026 | 20:18

Swing Voters dan Pilkades Bekasi 2026

Selasa, 22 September 2026 | 19:59

Selengkapnya