Berita

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bersama para pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) dan tokoh-tokoh agama Islam, serta pimpinan pondok pesantren di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: ksp.go.id)

Publika

MUI Melunak terkait Board of Peace

RABU, 04 FEBRUARI 2026 | 10:44 WIB

PASCA bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, perwakilan tokoh dari ormas-ormas Islam terlihat berubah sikap. 

Tadinya seperti memberikan ultimatum agar Indonesia keluar dari Board of Peace (Dewan Perdamaian) bikinan Presiden Donald Trump, kini mulai melunak memberikan kesempatan kepada Presiden Prabowo yang mewakili Indonesia di Dewan Perdamaian itu.

Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis, yang sebelumnya kritis menentang Indonesia masuk Dewan Perdamaian itu, memegang komitmen Presiden Prabowo untuk keluar dari Dewan Perdamaian, seandainya apa yang disepakati di Dewan Perdamaian itu merugikan Palestina dan Indonesia tak bisa berbuat apa-apa di Dewan Perdamaian itu.


Artinya, Presiden Prabowo berhasil menjelaskan dan meyakinkan perwakilan tokoh ormas-ormas Islam, kenapa Indonesia harus bergabung dengan Dewan Perdamaian bikinan Presiden Donald Trump itu? 

Indonesia tidak sedang berpihak kepada Israel dan meninggalkan Palestina, apalagi melanggar Konstitusi Pembukaan UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan prikeadilan.

Memang, tidak masuk akal Indonesia masuk Dewan Perdamaian bikinan Presiden Donald Trump, yang mendukung Israel dan Israel menjadi salah satu anggotanya, sementara Palestina diundang pun tidak, tapi mau memerdekakan Palestina pula. 

Bullshit. Apalagi harus menyerahkan uang triliunan rupiah pula untuk menjadi salah satu anggota tetap Dewan Perdamaian itu. 

"Bodoh!" Istilah Pakar Hukum Internasional, Hikmahanto Juwana, sambil berteriak emosi.

Dalam kecamuk dunia internasional yang tak menentu seperti saat ini, memang kita tak bisa buru-buru menilai dan pasang target ideal. 

Dunia internasional ini tidak serta merta maunya kita saja. Apalagi dengan kekuatan kita yang seperti saat ini. Rekam jejak, wisdom, moralitas, semua harus dipertimbangkan. 

Presiden Prabowo pro-Israel itu mustahil, pro-Palestina jelas sekali. Miliaran rupiah ia rogoh dari kantong pribadinya membantu rakyat Palestina. 

Presiden Prabowo tidak sedang khilaf, apalagi bodoh atau planga-plongo seperti yang dikatakan.

Langkah dialog yang diambil Presiden Prabowo terhadap perwakilan tokoh ormas-ormas Islam adalah langkah yang baik. 

Dan maunya ormas-ormas Islam itu menerima alasan yang diberikan Presiden Prabowo adalah bukti bahwa alasan masuk Indonesia ke dalam Dewan Perdamaian itu tidaklah mengada-ada. 

Sangat logis dan bisa diterima. Ke depan, cara-cara berdialog secara langsung ini harus terus dilakukan, terutama dalam isu-isu strategis yang berkembang dalam masyarakat agar tak menjadi kontra-produktif dan liar tak terkendali.

Erizal
Direktur ABC Riset & Consulting

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Sinergi Polri-TNI-BIN Pilar Utama Jaga HUT RI Tetap Kondusif

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:04

Prabowo Diminta Alihkan Belanja Kurang Produktif ke Program Padat Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:00

Puncak El Nino dan Ancaman Kekeringan di Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:42

UMKM Binaan Pertamina Raih Omzet Rp8,57 Miliar di Semester I-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:30

Mengenal Sejarah Dan Makna Hari Pramuka Nasional 14 Agustus

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:21

Menimbang Pilkada Asimetris

Kamis, 13 Agustus 2026 | 21:03

Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal 2028

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:45

Mendes Yandri Tagih Tindak Lanjut Bareskrim soal Isu Hoaks Warung Tutup

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:40

Motor Listrik Pangkas Biaya Operasional Kurir Pos Indonesia hingga 67 Persen

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Janji Siapkan Motor Listrik dengan DP Nol dan Bunga Cicilan Rendah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:21

Selengkapnya