Berita

Aktivitas tambang PT Freeport (Foto: Net)

Bisnis

Tahun 2027, Freeport Target Keruk 40 Ton Emas

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 21:34 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Produksi emas PT Freeport Indonesia (PTFI) ditargetkan terus meningkat di tahun 2027 mendatang. Hal ini seiring dengan pulihnya operasional tambang Grasberg Block Cave (GBC) yang beberapa waktu lalu sempat berhenti beroperasi akibat tanah longsor. 

SVP Government Relation PTFI, Harry Pancasakti mengatakan pihaknya berharap bisa memproduksi emas sekitar 40 ton per tahun mulai 2027. Menurut Harry, 40 ton emas bakal tereralisasi jika proses pemulihan tambang GBC berjalan lancar.

"Kuncinya adalah mitigasi recovery dari tambang GBC itu tadi. Kita harapkan nanti di tahun 2027, 2028, 2029 kita akan kembali untuk emas berada di kisaran atau produksi sekitar 40 ton per tahun," ungkap dia dalam acara Gold Outlook 2026 CNBC Indonesia, dikutip Selasa 2 Februari 2026. 


Kata Harry, Freeport saat ini berupaya mengejar ketertinggalan kemampuan dalam memproduksi emas. 

Sebelumnya, di tahun 2025 PTFI mampu memproduksi 33 ton emas yang mana 16 ton di antaranya berupa emas batangan. Produksi yang dilakukan perusahaan ini pada tahun lalu merupakan kombinasi antara konsentrat dan emas batangan.

Sementara untuk tahun 2026, PTFI berharap dapat memproduksi emas sebesar jumlah yang biasa dijual perusahaan tersebut di pasar domestik. Mengingat, tambang bawah tanah GBC sudah mendapat restu dari pemerintah untuk beroperasi kembali secara parsial mulai kuartal I-2026.

"Tahun 2026 ini kita expect dengan rencana proyeksi ramped up tambang GBC tadi. Kita bisa produksi sekitar yang kita jual dari domestik. Kita prioritas ke domestik, dan kita sangat-sangat mendukung untuk ini bisa diserap oleh domestik. Itu semuanya sekitar 26 ton," tandasnya.



Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya