Berita

Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini. (Foto: F-Nasdem)

Politik

DPR Minta Pemerintah RI Tegur Israel Lewat Forum BOP

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 17:54 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah Indonesia harus bersikap tegas terhadap tindakan Israel yang kembali melakukan serangan di wilayah Gaza, termasuk ke kawasan pengungsian, meski telah ada kesepakatan gencatan senjata. 

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Amelia Anggraini, apa yang dilakukan Israel jelas melanggar prinsip-prinsip kemanusiaan. 

"Serangan ke pengungsian tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun,” ujar Amelia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.


Legislator Fraksi Partai NasDem itu menegaskan, serangan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.

Amelia menilai, Indonesia sebagai anggota Board of Peace (BOP), memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mempertanyakan serta menegur tindakan Israel yang dinilai mencederai upaya perdamaian.

Keanggotaan Indonesia dalam BOP seharusnya menjadi instrumen untuk memperkuat tekanan diplomatik terhadap pihak-pihak yang melanggar kesepakatan damai. RI tidak boleh diam ketika pelanggaran terus terjadi.

“Sebagai bagian dari BOP, pemerintah harus mempertanyakan dan menegur Israel. Ini bukan hanya soal politik, tapi soal kemanusiaan,” tegasnya.

Amelia juga menyoroti pentingnya konsistensi forum internasional dalam menegakkan mandat perdamaian. Menurutnya, gencatan senjata tidak boleh menjadi formalitas jika di lapangan masih terjadi kekerasan terhadap warga sipil.

Komisi I DPR RI, lanjut Amelia, akan terus mengawal sikap dan langkah pemerintah agar sejalan dengan amanat konstitusi Indonesia yang menentang segala bentuk penjajahan dan mendukung perdamaian dunia.

“Kita ingin perdamaian yang nyata, bukan perdamaian di atas kertas. Indonesia harus tetap berada di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak kemanusiaan rakyat Palestina,” tutupnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya