Berita

Para pemimpin dan tokoh internasional menghadiri forum Board of Peace sebagai upaya memperkuat diplomasi dan perdamaian global (Foto: Sekretariat Negara)

Politik

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

SENIN, 02 FEBRUARI 2026 | 09:27 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kecaman keras diutarakan  Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal, atas serangan mematikan yang dilancarkan Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza. Serangan tersebut menyebabkan puluhan warga Palestina syahid.

Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical menilai serangan itu sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang terang-terangan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.

“Ini adalah serangan biadab yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merusak gencatan senjata. Dunia internasional tidak boleh diam,” tegas Deng Ical dikutip di Jakarta, Senin, 2 Februari 2026.


Ia menyoroti fakta bahwa serangan tersebut terjadi tak lama setelah deklarasi pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Aksi Israel justru menghancurkan kredibilitas lembaga perdamaian yang baru dibentuk itu.

“Serangan ini merusak gencatan senjata sekaligus mencoreng citra Board of Peace. Israel jelas tidak layak menjadi anggota Dewan Perdamaian,” ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Deng Ical menegaskan bahwa Israel harus dikeluarkan dari BoP, karena sebagai negara penjajah yang terus-menerus membunuh rakyat Gaza, Israel tidak pantas duduk dalam forum yang mengatasnamakan perdamaian.

“Jika Israel tetap menjadi anggota BoP, maka organisasi ini hanya akan dijadikan alat untuk melegitimasi pembunuhan warga Gaza dan pengusiran rakyat Palestina dari tanahnya sendiri,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa dengan dalih menyerang Hamas, Israel akan terus membombardir Gaza secara membabi buta. Hamas selalu dijadikan alasan, padahal yang menjadi korban adalah rakyat sipil baik anak-anak, perempuan, dan pengungsi.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Turbulensi Kepercayaan dalam Teropong Nobel Ekonomi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 22:16

Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Didepak PDIP

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:45

Kapolri Rangkul Ulama Jatim untuk Jaga Kamtibmas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:32

Ilham Habibie hingga Chappy Hakim Dianugerahi Golden PIN INACA

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:02

DPR: Kehadiran Kapolri di BEI Sinyal Negara Serius Menegakkan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 20:33

Ketua Gappura Minta DPR Turun Tangan Mediasi PHK dan GHS di Krakatau Steel

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:35

Walhi Soroti Tanggung Jawab Lintas Sektor dalam Penanganan Karhutla

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 19:28

Kementerian UMKM Pulihkan 908 Usaha Terdampak Bencana di Sumatera

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:51

Komjak Diminta Turun Tangan Teliti JPU di Kasus Febrie

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 18:30

Surati Presiden Prabowo, YLKI Minta Menteri Bahlil Dicopot

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 17:49

Selengkapnya