Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Cetak Rekor Lagi, Tembus 5.300 Dolar AS di Tengah Tekanan Suku Bunga

KAMIS, 29 JANUARI 2026 | 07:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas kembali bikin gebrakan dengan mencetak rekor sejarah, menembus level 5.300 Dolar AS per ons untuk pertama kalinya. 

Lonjakan ini dipicu oleh tingginya ketidakpastian ekonomi global, ditambah lagi perusahaan kripto besar seperti Tether yang mulai ikut-ikutan memborong emas fisik sebagai cadangan mereka.

Tether berencana mengalokasikan sekitar 10-15 persen dari portofolio investasinya ke emas fisik. CEO Tether, Paolo Ardoino, menyebutkan langkah ini akan menambah cadangan emas yang saat ini sudah digunakan untuk menopang sebagian produk perusahaan tersebut.


Meski harga emas makin "terbang", The Fed justru memutuskan untuk tetap menahan suku bunga acuan. Bos The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa inflasi masih tinggi, sehingga mereka tidak mau buru-buru menurunkan bunga. 

Situasi ini sempat membuat pasar fluktuatif, ditambah ada drama politik soal siapa yang bakal menggantikan posisi Powell di bulan Mei mendatang.

Para analis menilai emas sebenarnya sudah masuk zona "jenuh beli" alias terlalu mahal dan rawan terkoreksi. Tapi anehnya, setiap kali harga turun sedikit, investor langsung menyerbu untuk beli lagi. Target berikutnya? Bisa jadi ke angka 5.400 Dolar AS.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot melonjak 2,2 persen menjadi 5.301,60 Dolar AS per ons pada perdagangan Rabu 28 Januari 2026 Waktu setempat. Emas spot sempa menyentuh rekor tertinggi di 5.325,56 Dolar AS. 

Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari ditutup melambung 4,3 persen menjadi 5.303,60 Dolar AS per ons.

Bukan cuma emas, perak juga sedang naik daun meski ada risiko turun dalam waktu dekat. Perak spot naik 0,7 persen ke posisi 113,78 Dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh rekor tertinggi di 117,69 Dolar AS pada Senin. Sepanjang tahun ini, harga perak meroket hampir 60 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya