Berita

Pangeran Harry saat bertugas di Afghanistan (Tangkapan layar akun X @Bricktop_NAFO)

Dunia

Pangeran Harry Tegur Trump soal Pengorbanan Tentara NATO di Afghanistan

SABTU, 24 JANUARI 2026 | 08:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang seolah mengecilkan peran pasukan NATO di Afghanistan memicu kecaman luas di Inggris. 

Komentar tersebut dinilai meremehkan pengorbanan para tentara dan veteran yang bertugas dalam konflik tersebut. Pangeran Harry termasuk tokoh yang secara terbuka mengecam pernyataan itu.

Harry, yang dua kali bertugas di Afghanistan, menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit sekutu pantas dibicarakan secara jujur dan penuh rasa hormat. 


Ia mengingatkan bahwa pada 2001 NATO untuk pertama kalinya mengaktifkan Pasal 5, yang mewajibkan seluruh negara anggota berdiri bersama Amerika Serikat setelah serangan 11 September. “Sekutu menjawab panggilan itu,” ujar Harry, dikutip dari BBC, Sabtu 24 Januari 2026.

Harry juga menyinggung pengalaman pribadinya selama bertugas di medan perang. “Saya bertugas di sana. Saya menjalin persahabatan seumur hidup di sana. Dan saya kehilangan teman-teman di sana,” katanya. 

Ia menegaskan bahwa Inggris kehilangan 457 personel militernya di Afghanistan dan ribuan nyawa berubah selamanya. “Pengorbanan-pengorbanan itu layak dibicarakan dengan jujur dan penuh hormat,” tambah Harry.

Sebelumnya, Trump dalam wawancara dengan Fox News pada Kamis malam, mengklaim bahwa pasukan NATO “tetap agak jauh dari garis depan” selama perang di Afghanistan. Ia juga mengulangi pandangannya bahwa NATO tidak akan membantu Amerika Serikat jika diminta. “Kami tidak pernah membutuhkan mereka,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Menilik sejarah, Inggris bersama negara-negara sekutu lainnya terlibat dalam perang Afghanistan setelah Amerika Serikat mengaktifkan Pasal 5 NATO menyusul serangan teroris 11 September 2001. Hingga kini, AS menjadi satu-satunya negara yang pernah menggunakan ketentuan pertahanan kolektif tersebut. Dalam konflik ini, Inggris mencatat jumlah korban militer terbanyak kedua setelah Amerika.

Menteri Angkatan Bersenjata Inggris Al Carns, yang lima kali bertugas di Afghanistan, mengatakan bahwa pasukan Inggris menumpahkan darah, keringat, dan air mata bersama tentara Amerika di garis depan.

Sejumlah tokoh politik lintas partai juga menolak pernyataan Trump. 

Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Emily Thornberry menyebut komentar tersebut sebagai lebih dari sekadar kesalahan dan merupakan penghinaan bagi keluarga tentara yang gugur. Pemimpin Partai Konservatif Kemi Badenoch menegaskan, “Pernyataan Trump bahwa sekutu NATO tidak berada di garis depan adalah omong kosong.”

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

RI Peringkat 18 Kasus Anti-Dumping, Kalah Agresif dari AS dan India

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:19

Publik Diajak Terlibat Awasi Kualitas Makanan Lewat Aplikasi Reviu Pelaksanaan MBG

Selasa, 26 Mei 2026 | 18:04

Keluarga Terdakwa Kasus Pembunuhan di Pemalang Ngadu ke Legislator Nasdem

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:52

Lembang Berpeluang Diserbu Wisatawan saat Long Weekend

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:33

Kemlu RI Rayakan Africa Day 2026 Lewat Laga Persahabatan Diplomatik

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:29

Sudah Bertransformasi, Penguatan Literasi Digital jadi Kunci Cegah TPPO

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:26

Salat Id di Prancis, Prabowo Cetak Sejarah

Selasa, 26 Mei 2026 | 17:22

RI-Thailand Perkuat Hubungan Bisnis dan Kerja Sama Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:54

Haji Mabrur Jadi Duta Antikorupsi

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:50

Prabowo Dijadwalkan Salat Iduladha Bersama Diaspora RI di Paris

Selasa, 26 Mei 2026 | 16:37

Selengkapnya