Berita

Peta Pulau Nunukan Indonesia dan Sebatik Malaysia (Foto: GBP)

Global

Malaysia Tegas Bantah Isu Penyerahan 5.207 Hektare Lahan ke Indonesia

JUMAT, 23 JANUARI 2026 | 22:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Malaysia angkat suara menepis isu sensitif terkait perbatasan negara yang belakangan mencuat di media. 

Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia (Natural Resources and Environmental Sustainability/NRES) menegaskan tidak pernah ada penyerahan 5.207 hektare lahan kepada Indonesia sebagai ganti tiga desa di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara.

Dalam klarifikasinya, NRES secara lugas membantah pemberitaan yang beredar pada Kamis, 22 Januari 2026 tersebut.


“Laporan media tertanggal 22 Januari 2026 yang menyatakan bahwa Malaysia telah memberikan 5.207 hektar lahan kepada Indonesia sebagai kompensasi untuk tiga desa di daerah Nunukan, dekat perbatasan Sabah-Kalimantan adalah tidak benar,” tegas NRES dalam pernyataan tertulis yang dikutip Jumat, 23 Januari 2026. 

Malaysia menekankan bahwa seluruh proses penetapan dan pengukuran wilayah yang masuk dalam kategori Masalah Perbatasan yang Belum Terselesaikan atau Outstanding Boundary Problem (OBP) dijalankan secara harmonis bersama Indonesia. 

Negosiasi tersebut sama sekali tidak berpijak pada prinsip kompensasi, timbal balik, maupun perhitungan untung dan rugi politik.

Penyelesaian teknis batas darat itu, lanjut NRES, dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara kedua negara pada 18 Februari 2025. 

"Penyelesaian pengukuran batas darat dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MOU) antara kedua negara pada tanggal 18 Februari 2025 setelah melalui proses konsultasi teknis yang komprehensif dan transparan selama lebih dari 45 tahun," ungkapnya. 

Kesepahaman untuk mempercepat penyelesaian perbatasan darat di sektor Sabah-Kalimantan Utara (KALTARA) sendiri telah dicapai sejak kunjungan kenegaraan mantan Presiden RI Joko Widodo ke Malaysia pada 8 Juni 2023 dan keterlibatan aktif Pemerintah Negara Bagian Sabah.

“Melalui kesepakatan kedua negara, pengukuran ilmiah dilakukan berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani sebelumnya untuk menentukan garis batas yang jelas,” tulis NRES. 

Proses tersebut dilaksanakan oleh para ahli dari Departemen Survei dan Pemetaan Malaysia (JUPEM) bersama lembaga keamanan, dengan mengacu sepenuhnya pada hukum internasional dan koordinat geospasial yang akurat, bukan konsesi politik.

"Manfaat jangka panjang kedaulatan nasional lebih strategis bagi Malaysia untuk memiliki perbatasan yang sepenuhnya diakui oleh negara-negara tetangga dan masyarakat internasional," tegas NRES.

Sebelumnya, Sekretaris Badan Pengelola Perbatasan (BNPP) Komjen Pol Makhruzi Rahman mengungkapkan bahwa Indonesia dan Malaysia telah menyepakati sejumlah OBP dalam forum Joint Indonesia–Malaysia ke-45 yang digelar pada Februari 2025. 

Dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Januari 2026, Makhruzi menjelaskan bahwa penetapan batas terbaru berdampak pada wilayah administratif di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Tercatat, tiga desa yakni Desa Kabungalor, Desa Lipaga, dan Desa Tetagas kini sebagian wilayahnya masuk ke Malaysia. 

Meski demikian, Indonesia juga memperoleh tambahan wilayah seluas kurang lebih 5.207 hektare yang sebelumnya berada di Malaysia, yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan kawasan perbatasan, termasuk zona perdagangan bebas.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya