Berita

Presiden RI Prabowo Subianto dan PM Inggris Keir Starmer (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Dunia

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

RABU, 21 JANUARI 2026 | 17:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kesepakatan kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris di sektor maritim, khususnya dalam rencana pembangunan 1.500 kapal ikan untuk nelayan Tanah Air.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama dari pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di Downing Street 10, Selasa, 20 Januari 2026.

Dalam konferensi pers usai pertemuan, Prabowo menegaskan bahwa dukungan Inggris terhadap pembangunan armada kapal ikan nasional memiliki arti penting bagi peningkatan kesejahteraan nelayan dan penguatan ekonomi maritim Indonesia.


“Di bidang maritim, mereka akan dukung rencana kita untuk membangun pertama 1.500 kapal ikan, karena kita mau besar-besaran investasi itu, kita mau perbaiki desa-desa nelayan kita, kita ingin meningkatkan kualitas hidup para nelayan kita,” ujar Prabowo.

Ia menilai kerja sama tersebut sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

“Jadi ini sangat strategis bagi kita, ini sangat akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita, khususnya di bidang maritim," lanjutnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa karakter geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menuntut perhatian serius terhadap sektor kelautan.

Dengan sebagian besar wilayah Indonesia berupa laut, potensi maritim dinilai belum dimanfaatkan secara optimal, termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

"Saya ingatkan, 3 per 4 tanah air kita itu adalah laut, dan konsumsi protein kita oleh rakyat kita masih terlalu rendah, kita ingin tingkatkan untuk lebih baik lagi,” tegas Presiden.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Pakistan Siap Jadi Tuan Rumah Putaran Baru Perundingan Iran-AS

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:13

Rayakan Persib Juara, Replika Maung Raksasa Bomber Guncang Asia Afrika

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:06

Iran Tempuh Jalur Damai dengan Kekuatan dan Diplomasi Bermartabat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:02

Rudi Hartono: Blackout Sumatera Momentum Evaluasi Jaringan dan Mitigasi

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:30

Ekonomi Syariah Harus Perkuat Perlindungan Sosial Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10

PHE Optimistis Proyek CCS Indonesia-Korsel Buka Peluang Investasi Baru

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:02

Kualitas Konsumsi Jemaah Haji Harus Dijaga Meski Dapur Berjarak 12 Km

Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00

Trump: Kesepakatan Damai Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Segera Dibuka

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:49

Pertamina Trans Kontinental Optimalkan Layanan Maritim Lewat Kerja Sama STS Proyek FAME

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:47

Menkop Sindir Organisasi yang Hanya Sibuk Seremonial

Minggu, 24 Mei 2026 | 14:30

Selengkapnya