Berita

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Dewan Pembina Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP), Abdul Muhaimin Iskandar. (Foto: Tim Media PKB)

Politik

Cak Imin Tantang FPTP Cari Formula Cepat Transformasi Pesantren

SELASA, 20 JANUARI 2026 | 16:33 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Dewan Pembina Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP), Abdul Muhaimin Iskandar, menghadiri sekaligus membuka Rapat Kerja (Raker) FPTP Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.

Dalam sambutannya, Cak Imin menegaskan pesantren sejatinya telah memiliki tradisi inovasi yang kuat. Namun, tantangan utama saat ini adalah kecepatan dalam mengadopsi dan mengeksekusi perubahan.

“Inovasi pesantren itu sudah luar biasa. Kita bukan tidak inovatif, tetapi perlu penguatan dan percepatan implementasi. Tinggal bagaimana kita menentukan titik awal dan merumuskan formula yang tepat. Di sinilah peran strategis FPTP untuk mendorong akselerasi transformasi pesantren agar berjalan lebih optimal,” ujarnya.


Ia menilai kerja-kerja FPTP memiliki nilai strategis sekaligus mulia. Menurutnya, jika dijalankan dengan sungguh-sungguh dan sistematis, program-program FPTP dapat membawa pesantren dari keterbatasan menuju kemajuan yang berkelanjutan.

Cak Imin juga menekankan dua agenda utama yang harus segera dilakukan pesantren, yakni adaptasi dan adopsi metodologi pendidikan baru serta kemampuan mengantisipasi perkembangan sains dan teknologi (saintek).

“Karakter pendidikan itu dibangun dari sistem. Semakin baik sistemnya, maka semakin baik pula output lulusan pesantren, sehingga memiliki daya saing yang kuat,” tegasnya.

Ia berharap FPTP dapat berperan sebagai jembatan yang efektif antara pesantren, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah dalam mendorong transformasi pesantren secara menyeluruh. 

“Insyaallah apa yang dilakukan FPTP mampu menggerakkan seluruh subjek untuk terlibat aktif dalam transformasi pesantren,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur FPTP, KH Saifullah Maksum, menegaskan bahwa Raker FPTP 2026 tidak lagi difokuskan pada perdebatan konseptual mengenai persoalan pesantren.

“Soal problem, rekomendasi tokoh, hingga paradigma pesantren sudah kita bahas dan susun dalam berbagai forum dan buku. Sekarang yang kita cari adalah cara dan metode yang paling efektif agar pesantren mampu mengimplementasikan semua rekomendasi itu dan menjadi lebih maju,” jelasnya.

KH Saifullah mengakui bahwa FPTP memiliki banyak program strategis pada tahun ini, namun dihadapkan pada keterbatasan sumber daya dan kapasitas pendukung. Meski demikian, ia menegaskan komitmen FPTP untuk terus berjuang demi kesejahteraan dan pemberdayaan pesantren.

“Niat kita jelas, bagaimana pesantren berdaya, sejahtera, dan tidak kalah bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya,” pungkasnya.

Raker FPTP 2026 ini diikuti oleh jajaran pengurus inti FPTP, di antaranya KH Badawi Basyir, KH Maman Imanulhaq, KH Zainal Arifin Junaidi, KH Nasirul Mahasin, serta unsur Dewan Pengarah, Dewan Eksekutif, dan para adviser FPTP.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya