Berita

Para narapidana berkumpul di menara keamanan di penjara Renovacion 1 Guatemala (Foto: Reuters)

Global

Penjara Guatemala Dikuasai Napi, 46 Orang Disandera

MINGGU, 18 JANUARI 2026 | 14:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Tiga penjara di Guatemala telah dikuasasi narapidana dalam aksi kerusuhan yang berujung pada penyanderaan 46 orang, sebagian besar merupakan sipir penjara.

Menteri Dalam Negeri Guatemala Marco Antonio Villeda mengatakan hingga Sabtu sore waktu setempat, 17 Januari 2026, belum ada laporan korban tewas maupun luka di antara para sandera. 

“Sebagian besar sandera adalah penjaga penjara, namun juga terdapat seorang psikolog,” ujarnya dalam konferensi pers, seperti dimuat Reuters. 


Menurut Villeda, kerusuhan tersebut diduga diorganisasi oleh anggota geng Barrio 18. Ia menyebut aksi ini dipicu oleh tuntutan pemimpin geng yang menginginkan pemindahan ke fasilitas lain demi memperoleh kondisi penahanan yang lebih baik dan perlakuan khusus.

Kementerian Dalam Negeri Guatemala dalam pernyataannya menegaskan bahwa kerusuhan tersebut merupakan reaksi langsung atas langkah pemerintah mencabut berbagai hak istimewa para pemimpin geng di dalam penjara.

“Saya tidak akan membuat kesepakatan apa pun dengan kelompok teroris. Saya tidak akan tunduk pada pemerasan ini, dan saya tidak akan mengembalikan hak istimewa mereka sebagai imbalan agar mereka menghentikan aksi kekerasan,” tegas Villeda.

Di Penjara Keamanan Maksimum Renovación 1 di Escuintla, wilayah selatan Guatemala, polisi dan tentara membentuk perimeter ketat di sekitar kompleks penjara. 

Ambulans dan mobil pemadam kebakaran disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Sejumlah narapidana terlihat menguasai menara patroli penjara. Sebagian mengenakan seragam tahanan, sementara lainnya memakai kaus tanpa lengan dan celana pendek, dengan wajah ditutupi kain yang diimprovisasi sebagai topeng.

Seorang napi bertopeng, berbicara dari balik kawat berduri, mengaku mereka merasa tidak aman berada di penjara tersebut dan menuntut untuk dipindahkan. 

“Mereka bahkan tidak bisa menjamin keamanan mereka sendiri, jadi bagaimana mereka bisa menjamin keamanan kami?" Kata dia.

Meski insiden penyanderaan petugas penjara pernah terjadi sebelumnya di Guatemala, kerusuhan di Escuintla ini disebut melibatkan jumlah sandera yang jauh lebih besar dibandingkan kasus-kasus terdahulu.

Pemerintah Guatemala menegaskan tidak akan bernegosiasi dengan kelompok kriminal dan tetap melanjutkan kebijakan pengetatan kontrol serta pencabutan privilese bagi pimpinan geng di dalam sistem pemasyarakatan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya