Berita

Relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bogor Dramaga Ciherang 1 menyiapkan Makan Gizi Gratis (MBG) (Foto Dokumentasi RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Bisnis

MBG di Ramadan: Memompa Nadi Ekonomi Mikro dan Pemenuhan Nutrisi

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 13:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di balik perdebatan mengenai efektivitasnya di bulan puasa, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2026 membawa misi besar bagi ketahanan ekonomi rakyat. 

Dengan alokasi dana sebesar Rp335 triliun, program ini diposisikan sebagai katalisator yang akan memutar roda ekonomi mikro secara masif di berbagai daerah.

Dampak nyata perputaran uang ini dirasakan langsung di tingkat akar rumput. Sebagai contoh, di Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, program ini telah memaksa ekosistem usaha lokal untuk naik kelas. Windra Pricindi Anatasia, Mitra SPPG setempat, mengungkapkan bahwa permintaan bahan pangan melonjak drastis hingga membutuhkan tambahan tenaga kerja baru.


"Seluruh pelaku UMKM yang terlibat wajib menyediakan bahan baku kualitas premium. Mulai dari tempe, tahu, ayam, ikan, sayuran, buah, hingga bahan lainnya. Kebutuhan bahan baku mendekati 4.000 kilogram per hari. Untuk ayam saja 300-350 kilogram, sementara sayuran 100-200 kilogram setiap hari," ujarnya, dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 16 Januari 2026. 

Ekonom CORE Indonesia, Eliza Mardian, menyoroti bahwa kunci keberhasilan ekonomi MBG terletak pada pelibatan unit usaha yang sudah ada. Alih-alih membangun infrastruktur baru yang mahal, optimalisasi dapur UMKM dan kantin sekolah dinilai lebih efektif untuk menyebarkan dampak ekonomi secara merata.

“Program MBG ini bisa menggerakkan roda perekonomian lokal itu tergantung dari seberapa banyak pihak yang dilibatkan dan juga model dapurnya. Sebetulnya ini kan kita bisa memanfaatkan dapur existing yang milik UMKM, hanya saja ada standarisasi,” jelas Eliza.

Ia menambahkan bahwa sentuhan pemerintah dalam hal standarisasi higienitas akan membuat UMKM lokal lebih berdaya saing.

“Tinggal mereka dilatih bagaimana untuk memproduksi makanan yang higienis. Yang paling penting ini adalah kalau misalkan UMKM dilibatkan ini kan akan sangat baik menggerakkan roda perekonomian lokal,” tutup Eliza.

Selaras dengan penguatan ekonomi, aspek kesehatan tetap terjaga. dr. Muhammad Fajri Adda’i menekankan bahwa nutrisi yang stabil selama Ramadan melalui MBG adalah investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas dan kemampuan fisik masyarakat.

“Penting untuk menjaga stabilitas energi, konsentrasi belajar, daya tahan, dan sistem tubuh kita berjalan dengan baik... supaya tidak lemas, tidak gampang terkena gula darah rendah (hipoglikemia),” ungkap dr. Fajri.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

UPDATE

Virus Hanta, Politik Ketakutan, dan Bayang-Bayang Bisnis Kesehatan Global

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:22

Bocah di Tapteng Diduga Dipukuli Ayahnya Gegara Telat Pulang

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00

Jokowi dan Relawan Bersiap Blusukan

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:42

DPRD DKI Geber Ranperda RPPLH dan Pembangunan Keluarga

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:19

MUI: Penangkapan Aktivis Sumud Flotilla Bentuk Ketakutan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 05:04

Evaluasi Otsus Papua!

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:47

Arinal Djunaidi Ajukan Praperadilan ke PN Tanjungkarang

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:11

Beruang Liar Serang Petani Sawit di Musi Rawas

Selasa, 19 Mei 2026 | 04:08

Pramono Klaim Arena Ring Tinju Bikin Tawuran Turun Drastis

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:26

Tiket Kereta Daop 2 Bandung Laris Manis Selama Libur Panjang

Selasa, 19 Mei 2026 | 03:15

Selengkapnya