Berita

Jenazah 32 perwira Kuba korban serangan AS di Venezuela tiba di Havana (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube Associated Press)

Dunia

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

JUMAT, 16 JANUARI 2026 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Jenazah 32 perwira militer Kuba yang tewas dalam serangan Amerika Serikat di Venezuela dipulangkan ke Havana, di tengah kembali memanasnya hubungan diplomatik antara Kuba dan AS.

Dikutip dari ABC News, Jumat 16 Januari 2026, prosesi pemulangan berlangsung khidmat di Bandara Internasional Havana pada Kamis, 15 Januari 2026. Prajurit Kuba bersarung tangan putih mengusung peti jenazah dari pesawat militer, diiringi dentuman terompet dan drum yang menambah suasana duka nasional.

Ribuan warga Kuba memadati salah satu jalan utama kota untuk memberikan penghormatan terakhir. Para korban terdiri dari berbagai pangkat militer, mulai dari kolonel, letnan, mayor, hingga kapten.


Beberapa jam sebelumnya, televisi pemerintah Kuba menayangkan kedatangan lebih dari selusin warga Kuba yang terluka dari Venezuela. Mereka didampingi langsung oleh Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez, dengan sebagian korban terlihat menggunakan kursi roda. Penyiar resmi pemerintah menyebut mereka sebagai “kombatan” yang terluka dalam insiden serangan tersebut.

Para korban luka disambut oleh Menteri Dalam Negeri Lazaro Alberto Alvarez serta Menteri Angkatan Bersenjata Revolusioner Alvaro Lopez Miera. Pemulangan jenazah dan korban luka ini terjadi di saat hubungan Kuba-Amerika Serikat kembali berada pada titik paling tegang dalam beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump memperingatkan Kuba agar segera membuat kesepakatan sebelum “terlambat”, meski tidak menjelaskan secara rinci bentuk kesepakatan yang dimaksud. Trump juga menegaskan bahwa Kuba tidak akan lagi bergantung pada bantuan keuangan dan pasokan minyak dari Venezuela.

Para pengamat memperingatkan bahwa penghentian pasokan minyak secara mendadak dapat berdampak serius bagi Kuba, yang saat ini tengah menghadapi pemadaman listrik luas dan kerusakan infrastruktur energi.

Pemerintah Kuba telah merilis identitas 32 personel militer yang gugur, dengan rentang usia 26 hingga 60 tahun. Mereka merupakan bagian dari pasukan pengamanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat serangan terhadap kediamannya pada 3 Januari 2026. 

Para korban berasal dari Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba dan Kementerian Dalam Negeri Kuba.

Otoritas Kuba dan Venezuela menegaskan bahwa keberadaan pasukan tersebut merupakan bagian dari perjanjian kerja sama dan perlindungan bilateral. 

Jenazah para prajurit akan disemayamkan di markas Kementerian Angkatan Bersenjata Revolusioner, dekat Revolution Square, agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Pemerintah Kuba juga merencanakan aksi unjuk rasa besar-besaran pada Jumat di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, di kawasan yang dikenal sebagai Tribuna Anti-Imperialis.

Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya