Berita

Damai Hari Lubis. (Foto: tangkapan layar YouTube)

Hukum

Alasan Damai Hari Lubis Mau Diajak Eggi Sudjana Temui Jokowi, Ada Singgung Firaun

RABU, 14 JANUARI 2026 | 20:59 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Koordinator Advokat Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Damai Hari Lubis mengungkap alasan dirinya mengamini ajakan Ketua TPUA Eggi Sudjana menemui mantan Presiden Joko Widodo. Damai tak bisa menolak karena alasan yang disampaikan Eggi.

"Bang Eggi menghubungi saya, DHL aku ini kan dihujat sama kawan-kawan karena 16 April (2025) tidak ikut (pertemuan dengan Jokowi) bertepatan dipanggil Mabes Polri. Entah apa alasannya tidak hadir juga, (ternyata) beliau sakit, ada bukti medis, dan saya besuk ke RS Siloam Surabaya, RS Pertamina lanjut (berobat) keluar negeri. Saya tidak berani nuduh dia bohong-bohongan karena ada medis recordnya. Itu pertama," kata dia dikutip dari Kompas TV, Rabu, 14 Januari 2026.

Alasan lainnya, Damai mengatakan Eggi ingin menemui Jokowi untuk memberikan nasihat. Niat Eggi disampaikan kepada Damai dengan mengirim bahan perenungan dari Surah Taha ayat 41?"46 yang intinya tentang perintah Allah kepada Nabi Musa dan Harun untuk mendatangi Firaun dengan sikap lemah lembut.


"Kedua saya mau nasihati Jokowi. Eggi ada surat Taha dikirim ke saya. Seperti itu. Kesepakatan karena ia senior, bicara seperti itu sehingga saya mau. Yang penting jangan minta maaf dan (pertemuan) jangan dipublish," tuturnya.

Bukan mau minta maaf, Damai menyebut Eggi ingin menyampaikan langsung kepada Jokowi terkait laporan ke polisi yang membuat Eggi dan dirinya ditetapkan tersangka kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Eggi menyinggung Pasal 20 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

"Tidak boleh saya dilaporkan balik, apalagi saya juga pengacara," kata Damai menirukan Eggi. "Saya ditanya, ok kan," tambahnya. 

Saat pertemuan berlangsung, Damai memastikan tidak ada permintaan maaf kepada Jokowi. Ia menegaskan bahwa secara hukum dan persepsi, silaturahmi tidak selalu berarti permohonan maaf.

"Tidak ada minta maaf. Kalau persepsinya minta maaf datang silaturahim baik-baikan, memang dua duanya (baik-baikan)," tukasnya.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya