Berita

Menlu Sugiono menyalami mantan Wamenlu Dino Patti Djalal di acara PPTM 2026 (Foto: YouTube Kemlu RI)

Politik

Usai Dikritik, Menlu Sugiono Salami hingga Sapa Dino Patti Djalal

RABU, 14 JANUARI 2026 | 12:33 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyapa dan menyalami mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Dino Patti Djalal, di sela rangkaian acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026. 

Acara tersebut digelar di Ruang Nusantara, Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 14 Januari 2026.

Berdasarkan tayangan YouTube resmi Kemlu RI, Menlu Sugiono yang mengenakan jas abu-abu dan peci hitam memasuki ruangan PPTM dan menyalami sejumlah pejabat yang berada di sepanjang lintasan. 


Sugiono kemudian bersalaman dengan Dino Patti Djalal. Keduanya tampak tersenyum saat berjabat tangan.

Dalam pidato pembukaannya, Menlu Sugiono turut menyebut nama Dino Patti Djalal bersama para mantan wamenlu yang hadir.

“Para wakil, para mantan wakil Menteri Luar Negeri. Di dalam list saya ada Duta Besar Dino Patti Djalal, Duta Besar HM Fachir, Bapak Pahala Mansuri,” ucap Sugiono.

Sugiono menegaskan bahwa Kemlu RI merupakan rumah bersama bagi seluruh insan diplomasi Indonesia, baik yang masih aktif maupun yang telah purna tugas.

“Selamat datang di rumah kalian semua,” tutup Sugiono.

Selain Dino Patti Djalal, acara PPTM 2026 juga dihadiri oleh sejumlah tokoh diplomasi senior, di antaranya mantan Menteri Luar Negeri Alwi Shihab (periode 1999?"2001) dan mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (periode 2014?"2024).

Kehadiran dan sapaan Menlu Sugiono kepada Dino Patti Djalal menjadi sorotan, mengingat sebelumnya Dino sempat menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja Sugiono selama setahun terakhir. 

Kritik tersebut disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @dinopattidjalal, pada Minggu, 21 Desember 2025.

Dalam video, Dino menyoroti sejumlah aspek, mulai dari kepemimpinan, komunikasi publik, hingga keterlibatan Menlu dalam urusan diplomasi Indonesia. Kritik itu disampaikan berdasarkan pengalaman hampir 40 tahun Dino berkecimpung di dunia diplomasi.

“Menlu Sugiono yang baik, saya Dino Patti Djalal membuat pesan ini sebagai sesepuh kementerian luar negeri, sebagai pendukung politik luar negeri, sebagai ketua ormas hubungan internasional terbesar di Indonesia dan di Asia, dan juga sebagai rakyat,” kata Dino.

Dino menilai kepemimpinan Menlu Sugiono kurang memberikan arah strategis yang jelas. Ia menyebut banyak diplomat kehilangan panduan, rapat koordinasi para duta besar tertunda hampir setahun, serta sejumlah KBRI tidak memperoleh arahan dari pusat.

“Kemlu is now very much in need of leadership. Idealnya Menlu Sugiono bisa full time mengurus Kemlu, tapi minimal 50 persen, dan kalau bisa 80 persen, alhamdulillah,” ujarnya.

Selain kepemimpinan, Dino juga menyoroti minimnya komunikasi publik Menlu Sugiono. Menurutnya, selama setahun terakhir Sugiono jarang menyampaikan policy speech atau wawancara terkait arah politik luar negeri Indonesia.

“Selain pidato awal tahun yang telah menjadi tradisi Kementerian Luar Negeri. Kami tidak ingin melihat Menlu Sugiono mendapat predikat sebagai silent minister,” tegas Dino.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan Menlu dengan pemangku kepentingan dan organisasi masyarakat di bidang hubungan internasional.

“Sekarang ini kami sebagai konstituen hubungan internasional merasa Mengeluh Sugiono jauh sekali dari kami. Tidak komunikatif, tidak responsif, tidak aksesibel,” ujarnya.

Dino menutup kritiknya dengan harapan agar Menlu Sugiono memperbaiki kepemimpinan, komunikasi, serta keterlibatan publik demi menjaga kekuatan diplomasi Indonesia.

“Menlu Sugiono, remember you only have one shot at history. Kalau semua ini tidak dilakukan, maka Kementerian Luar Negeri akan redup, diplomasi Indonesia akan merosot dan Menlu Sugiono akan dicatat sejarah dengan nilai merah,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya