Berita

Aspidsus Kejati DKJ Nauli Rahim Siregar.

Hukum

Mantan Direktur Eksekutif LPEI Jadi Saksi Korupsi Pembiayaan Ekspor ke PT Tebo Indah

Negara Ditaksir Rugi Rp919 miliar
SELASA, 06 JANUARI 2026 | 12:47 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta (Kejati DKJ) masih terus mengumpuli bukti dugaan korupsi pembiayaan ekspor Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) kepada PT Tebo Indah yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp919 miliar.

Terbaru, tim penyidik pidana khusus Kejati DKJ memeriksa Rijani Tirtoso Bondan, mantan direktur eksekutif sekaligus ketua dewan direktur LPEI, sebagai saksi.

"Benar, ada satu saksi yang diperiksa yakni RTB," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKJ Nauli Rahim Siregar kepada wartawan Senin malam, 5 Januari 2026.


Pemeriksaan Rijani Tirtoso diduga berkaitan dengan pembatalan homologasi, pengajuan pailit terhadap PT TI yang masih beroperasi dan dinilai memiliki potensi pemulihan, serta tidak ditagihnya Letter of Undertaking (LoU) dari korporasi penjamin pembiayaan awal, yang diduga berkontribusi besar terhadap membengkaknya potensi kerugian negara.

Namun saat dikofirmasi Nauli yang baru menjabat Aspidsus pada 17 Desember 2025 enggan merinci materi pemeriksaan.

"Untuk materi pemeriksaan silakan konfirmasi ke Kasie Penyidikan," ujar dia diplomatis.

Rijani menjalani pemeriksaan Senin kemarin. Ia enggan berkomentar saat ditemui wartawan sebelum pemeriksaan berlangsung.

“Nanti saja ya kalau sudah selesai. Kalau saya ngomong sekarang nanti energi saya habis,” katanya.

Ia sempat berdalih kedatangannya ke Kejati hanya untuk bersilaturahmi, bukan menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Namun setelah diperiksa hampir tujuh jam sejak pukul 10.30 WIB hingga sekitar 18.00 WIB, Rijani justru menghindari wartawan. Diduga ia keluar diam-diam melalui pintu lain, tidak melalui jalur khusus tamu di samping Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Dalam perkara ini Kejati DKJ telah menetapkan tiga tersangka sejak 22 Oktober 2025. Mereka adalah DW selaku Direktur Pelaksana I Unit Bisnis LPEI periode 2009–2018, RW selaku Relation Manager Pembiayaan Syariah I LPEI, serta LR selaku Direktur PT Tebo Indah.

Modus korupsi terjadi dengan memanipulasi kondisi keuangan perusahaan serta appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna meloloskan pembiayaan ekspor PT Tebo Indah. Nilai aset yang dijaminkan disebut tidak sebanding dengan besaran pinjaman, sementara hasil analisis kredit menunjukkan potensi gagal bayar.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya