Berita

Ilustrasi IHSG. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

IHSG Cerah ke Level 8.778, Rupiah Tertekan di Awal Pekan

SENIN, 05 JANUARI 2026 | 10:13 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,35 persen ke level 8.778 pada perdagangan awal pekan, Senin 5 Januari 2026.

Di awal sesi intraday, indeks bahkan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa atau all time high (ATH) di level 8.788.

Tak lama setelah perdagangan dimulai, IHSG masih bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,31 persen ke posisi 8.775. 


Tercatat 313 saham menguat, 206 saham melemah dan 439 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi awal tercatat mencapai Rp1,4 triliun dengan volume perdagangan 2,7 miliar saham.

Sejumlah indeks acuan turut menguat. Indeks LQ45 naik 0,30 persen ke level 853, indeks Jakarta Islamic Index (JII) menguat 0,65 persen ke 589, dan indeks MNC36 bertambah 0,12 persen ke posisi 345. Sementara itu, indeks IDX30 justru terkoreksi tipis 0,01 persen ke level 438.

Dari sisi sektoral, penguatan dipimpin oleh sektor energi, infrastruktur, bahan baku, transportasi, industri, dan teknologi. Adapun sektor yang berada di zona merah meliputi konsumer non-siklikal, konsumer siklikal, keuangan, properti, serta kesehatan.

Sementara itu nilai tukar Rupiah dibuka tertekan di posisi Rp16.730 per Dolar AS pagi ini. Mata uang Garuda itu turun 5 poin atau melemah 0,03 persen dari perdagangan sebelumnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya