Berita

Aksi Protes di Teheran, Iran (Foto: Reuters)

Dunia

Tujuh Orang Meninggal dalam Gelombang Protes Ekonomi Iran

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 16:31 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Aksi protes besar akibat tekanan ekonomi meluas di berbagai wilayah Iran dan berujung bentrokan dengan aparat keamanan.

Otoritas setempat pada Jumat, 2 Januari 2025, melaporkan sedikitnya tujuh orang tewas, menjadikannya gelombang demonstrasi terbesar di negara tersebut sejak protes nasional pada 2022.

Demonstrasi yang dipicu inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar mata uang itu awalnya mereda di Teheran, namun justru menyebar ke sejumlah provinsi pedesaan. 


Korban tewas dilaporkan terjadi di empat kota berbeda, dua orang pada Rabu, 31 Desember 2025 dan lima lainnya pada Kamis, 1 Januari 2025, sebagian besar di wilayah yang dihuni kelompok etnis Lur.

Kekerasan paling intens terjadi di Kota Azna, Provinsi Lorestan, sekitar 300 kilometer barat daya Teheran. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api di jalanan dan suara tembakan, disertai teriakan massa yang meneriakkan kecaman terhadap aparat. 

Kantor berita semi-resmi Fars melaporkan tiga orang tewas dalam insiden tersebut, meski media pemerintah tidak mengungkapkan secara rinci situasi di lapangan.

Sementara itu, di Kota Lordegan, Provinsi Chaharmahal dan Bakhtiari, rekaman daring menunjukkan massa berkumpul di jalan dengan suara tembakan terdengar di latar belakang. 

Fars, mengutip seorang pejabat anonim, menyebut dua orang tewas dalam protes Kamis. Pusat Hak Asasi Manusia Abdorrahman Boroumand yang berbasis di Washington menyatakan kedua korban tersebut merupakan demonstran.

Insiden juga terjadi di Fuladshahr, Provinsi Isfahan, di mana media pemerintah melaporkan kematian seorang pria. Kelompok aktivis menuding korban tewas akibat aparat keamanan meluncurkan tembakan ke arah pengunjuk rasa.

Selain itu, seorang relawan berusia 21 tahun dari pasukan paramiliter Basij dilaporkan meninggal dunia dalam demonstrasi terpisah pada Rabu malam.

Wakil Gubernur Lorestan, Saeed Pourali, menyebut unjuk rasa dipicu persoalan ekonomi. 

“Protes yang terjadi disebabkan oleh tekanan ekonomi, inflasi, dan fluktuasi mata uang, serta merupakan ekspresi kekhawatiran atas mata pencaharian,” ujarnya. 

Namun ia mengingatkan agar tuntutan masyarakat tidak disusupi kepentingan tertentu. 

“Suara warga harus didengar dengan cermat dan bijaksana, tetapi rakyat tidak boleh membiarkan tuntutan mereka diselewengkan oleh individu pencari keuntungan,” tambahnya.

Pemerintah Iran di bawah Presiden Masoud Pezeshkian menyatakan terbuka untuk mendengar aspirasi publik, meski mengakui ruang geraknya terbatas di tengah merosotnya nilai rial yang kini mencapai sekitar 1,4 juta rial per dolar AS.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya