Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)

Politik

Prabowo Curhat Nasib Menteri Serba Salah Datang ke Lokasi Bencana

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 13:02 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mencurahkan kegelisahannya terkait posisi menteri yang kerap berada dalam situasi serba salah ketika turun langsung ke lokasi bencana. 

Mengutip pidatonya di Aceh pada Jumat, 2 Desember 2025, Prabowo menyoroti adanya kecenderungan dari sebagian pihak yang selalu memandang negatif setiap langkah pemerintah. 

Ia menilai, kehadiran menteri di lokasi bencana kerap dipersoalkan, seolah apa pun yang dilakukan selalu dianggap keliru.


“Jadi kalau ada, saya pernah dengar ada kritik begini, untuk apa menteri datang ke tempat bencana? hanya datang melihat saudara-saudara serba susah. Menteri tidak datang dibilang tidak peduli, menteri datang ya masa menteri ikut macul, bukan itu,” kata Prabowo.

Menurutnya, tujuan utama pemimpin datang ke lokasi bencana adalah untuk mengetahui secara langsung kekurangan dan hambatan di lapangan, serta menentukan langkah percepatan yang bisa segera diambil pemerintah pusat.

“Pejabat datang pemimpin datang melihat apa kekurangan, apa masalah, apa yang bisa kita bantu, mana yang kita bisa percepat kan begitu,” jelasnya.

Prabowo menambahkan, dengan bertemu langsung kepala daerah seperti gubernur, pemerintah pusat dapat segera memahami kebutuhan konkret di lapangan dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi riil.

Lebih jauh, Presiden mengingatkan para menteri, kepala badan, hingga gubernur bahwa konsekuensi menjadi pemimpin adalah kesiapan menghadapi kritik, hujatan, bahkan fitnah.

“Salah satu kewajiban seorang pemimpin adalah siap untuk dihujat, siap untuk difitnah siap untuk di, tapi tidak boleh kita apa, tidak boleh kita terpengaruh dan tidak boleh kita patah semangat,” tandasnya.

Di akhir pernyataannya, Prabowo menegaskan bahwa pendekatan kerja pemerintahannya bertumpu pada pembuktian nyata di lapangan, bukan sekadar pencitraan atau opini.

“Saya percaya dengan bukti, evidence based itu cara bekerja saya. Rakyat Indonesia hanya percaya dengan bukti,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Gibran Mundur Saja

Selasa, 03 November 2026 | 04:20

Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun

Selasa, 03 November 2026 | 04:08

MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo

Selasa, 03 November 2026 | 03:17

DJP Buka-bukaan soal Pajak Digital yang Disebut Hashim

Selasa, 03 November 2026 | 03:05

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Putusan MA soal Suket Gibran Jadi Momentum Akhiri Bayang-Bayang Jokowi

Selasa, 03 November 2026 | 02:13

Sikap Responsif Kapolri Pulihkan Kepercayaan Masyarakat

Selasa, 03 November 2026 | 02:05

RI Pamer Latihan Militer Gabungan Tiga Bidang di Forum Pertahanan ASEAN

Selasa, 03 November 2026 | 01:40

Anies Temui Seniman Iman Soleh di Bandung, Ini Kisahnya

Selasa, 03 November 2026 | 01:29

PAM Jaya Sumbang Dividen Rp257 Miliar

Selasa, 03 November 2026 | 01:07

Selengkapnya