Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: Tim Media Presiden Prabowo)

Politik

Prabowo Dukung Satgas Kuala, Anggaran Disiapkan hingga Rp60 Triliun

JUMAT, 02 JANUARI 2026 | 12:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto merestui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala untuk mendukung operasi pengerukan sungai-sungai dangkal dan normalisasi kuala di wilayah terdampak bencana.

Hal tersebut disampaikan Presiden, menanggapi paparan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin terkait strategi dredging (pengerukan) dari muara hingga ke sungai agar alat berat dapat langsung menjangkau area terdampak.

Sjafrie menjelaskan, Kementerian Pertahanan bersama Wakil Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) telah membentuk Satgas Kuala. 


Satuan tugas ini memiliki dua komposisi utama, yakni satu komposisi yang fokus pada pendalaman kuala dan satu komposisi lainnya untuk optimalisasi pemanfaatan air di kawasan kuala.

"Di dua komposisi kapal ini, akan kita naikkan water treatment system sehingga air yang ada di kuala kita ambil, kita olah, sehingga menjadi air jernih," papar Menhan di Aceh, seperti dikutip pada Jumat, 2 Januari 2025. 

Lebih lanjut, Sjafrie menyampaikan bahwa setelah resmi dibentuk pada hari ini, Satgas Kuala dijadwalkan mulai bekerja dalam kurun dua pekan ke depan. Sasaran awal pelaksanaan tugas akan difokuskan di Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Presiden Prabowo menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan normalisasi kuala merupakan pekerjaan rekayasa teknik berskala besar yang memerlukan koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga pelibatan para ahli.

“Saya kira silakan Menteri Pertahanan dan TNI koordinasi sama gubernur-gubernur ya. Silakan cari, bicara dengan ahli-ahli engineering, mungkin dari (BUMN-BUMN) karya, dari PU (Pekerjaan Umum, red.), dari fakultas-fakultas teknik kalau perlu, dari perusahaan-perusahaan besar di dunia yang mampu membuat engineering work. Ini kan engineering work skala besar ya,” ujarnya.

Presiden juga berkomitmen menambah anggaran operasi pengerukan hingga Rp60 triliun.

"Tadinya diajukan Rp51 triliun sekian, saya commit Rp60 triliun. Berapa pun yang kita butuhkan. Saya kira dengan upaya nanti dredging kuala-kuala itu akan keluar uang lagi. Nggak ada masalah," tandasnya.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya