Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Tutup 2025, Industri Manufaktur RI Tetap Tangguh di Zona Ekspansi

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 11:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri manufaktur Indonesia berhasil menutup tahun 2025 dengan catatan positif. Berdasarkan data terbaru, Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2025 mendarat di angka 51,90. Meski angka ini menunjukkan perlambatan dibanding November (53,45), sektor manufaktur ditegaskan masih berada dalam jalur ekspansi yang solid.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif, menyebut penurunan ini sebagai fenomena musiman yang wajar di penghujung tahun.  Kendati secara bulanan menunjukkan tren menurun, posisi IKI yang masih di atas ambang 50 menjadi sinyal bahwa sektor manufaktur tetap tumbuh.

"Ini menunjukkan bahwa fondasi industri manufaktur nasional masih cukup kuat di tengah dinamika global dan domestik," ujar Febri dalam keterangan yang dikutip redaksi di Jakarta, Kamis 1 Januari 2026. 


Ketangguhan ini tercermin dari kondisi di lapangan, di mana 17 dari 23 subsektor industri pengolahan masih berada dalam fase ekspansi. Kelompok ini memegang peran krusial karena menyumbang sekitar 79,4 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas. 

Namun, tantangan nyata masih membayangi enam subsektor lainnya yang harus masuk ke zona kontraksi, di antaranya industri kayu, karet dan plastik, logam dasar, barang logam, komputer dan elektronik, hingga alat angkutan lainnya.

Sektor alat angkutan tercatat mengalami penurunan paling signifikan, yang dipicu oleh melandainya angka penjualan sepeda motor di pasar domestik maupun ekspor sepanjang November 2025. Menghadapi situasi ini, pemerintah tidak tinggal diam dan telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk membentengi industri dalam negeri.

"Kami berkomitmen menjaga keberlanjutan ekspansi industri manufaktur melalui penguatan pasar domestik, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, perlindungan industri dari praktik perdagangan tidak sehat, serta memastikan ketersediaan energi dan bahan baku yang kompetitif," tegas Febri.

Meski menutup tahun dengan sedikit tantangan, optimisme para pelaku industri justru membubung tinggi menatap masa depan. Keyakinan para pelaku usaha untuk enam bulan ke depan melonjak hingga 71,8 persen, sementara tingkat pesimisme menyusut drastis ke angka 4,7 persen. Angka-angka ini menjadi bukti kuat bahwa para pemain industri percaya tekanan di akhir tahun hanyalah awan mendung sesaat, dengan prospek cerah yang sudah menanti saat memasuki tahun 2026.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

UPDATE

BEI Atur Strategi Dorong Saham RI Kembali ke Panggung Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 08:12

Kakak Beradik di Lubang Buaya Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Hanyut di Selokan

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:59

DPR Minta Transisi Tata Niaga Sawit Tak Korbankan Petani

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:41

Meksiko Siap Tampung Timnas Piala Dunia Iran

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:30

Bersih-Bersih FTSE Russell: Empat Saham Indonesia Didepak dari Indeks Global

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:21

STOXX 600 dan DAX Melonjak Berkat Meredanya Risiko Energi

Selasa, 26 Mei 2026 | 07:03

Utang Kapal dari Inggris

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:46

Pemprov Papua Harus Punya Wewenang Beri Izin Tambang

Selasa, 26 Mei 2026 | 06:23

Sembilan Tokoh Didapuk jadi Tim Formatur Kongres Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:59

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Bicara Banyak di Level Asia

Selasa, 26 Mei 2026 | 05:39

Selengkapnya