Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

Injeksi Rp200 Triliun ke Bank, Dampak Ekonomi Tak Sesuai Harapan

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 10:26 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa penempatan dana sebesar Rp200 triliun ke perbankan BUMN belum memberikan dampak ekonomi yang optimal.

Purbaya menjelaskan, sejak awal ia memperkirakan injeksi likuiditas tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Namun, dalam praktiknya, kebijakan itu belum berjalan sesuai ekspektasi. Menurutnya, hal ini disebabkan adanya ketidaksinkronan kebijakan antara Kementerian Keuangan dengan Bank Indonesia (BI).

“Ada dampak kebijakan injeksi uang yang kita taruh di sistem perbankan itu nggak seoptimal yang saya duga seperti estimasi saya sebelumnya. Harusnya ekonomi harusnya lari lebih cepat karena ada sedikit ketidaksinkronan kebijakan antara kami dengan Bank Sentral,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Rabu, 31 Desember 2025.


Meski demikian, Purbaya menegaskan bahwa dalam satu bulan terakhir koordinasi dan sinkronisasi kebijakan dengan BI telah jauh lebih baik. Kondisi ini diyakini akan membawa perbaikan ekonomi yang signifikan ke depan.

“Jadi satu bulan terakhir sudah amat baik. Yang penting adalah ke depan, dengan kebijakan yang semakin sinkron antara kami dengan Bank Sentral, ekonomi akan tumbuh lebih baik dari sekarang,” tambahnya.

Sebagai informasi, dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun ditempatkan pada 12 September 2025 ke lima bank pelat merah. Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing menerima Rp55 triliun, sementara BTN memperoleh Rp25 triliun dan BSI Rp10 triliun.

Selanjutnya, pemerintah kembali menyalurkan dana sebesar Rp76 triliun ke perbankan pada 10 November 2025. Dana ini dibagikan ke Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing Rp25 triliun, sedangkan Bank Jakarta menerima Rp1 triliun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya