Berita

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Anisah Syakur, (tengah pakai kerudung abu-abu). (Foko Dokuemntasi Fraksi PKB)

Politik

DPR Desak Usut Tuntas Tewasnya Tahanan Demo Agustus di Rutan Medaeng

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 10:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah didesak untuk segera mengusut tuntas kematian Alfarisi bin Rikosen (21), tahanan kasus demonstrasi Agustus 2025 yang dilaporkan meninggal dunia di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Medaeng, Surabaya.

Desakan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB, Anisah Syakur. Ia menegaskan bahwa proses investigasi atas kematian Alfarisi harus dilakukan secara transparan, independen, dan tanpa ada upaya menutup-nutupi fakta.

“Kasus kematian Alfarisi di dalam rutan ini wajib diusut tuntas oleh negara. Tidak boleh ada satu pun fakta yang disembunyikan,” tegas Anisah kepada wartawan, Kamis, 1 Januari 2026.


Diketahui, Alfarisi sebelumnya ditahan di Polrestabes Surabaya sebelum dipindahkan ke Rutan Medaeng. Ia dijadwalkan memasuki tahap penuntutan pada Senin, 5 Januari 2025. Namun selama masa penahanan, kondisi fisik korban dilaporkan memburuk drastis, dengan penurunan berat badan mencapai 30 hingga 40 kilogram.

Anisah menilai penurunan berat badan yang ekstrem tersebut tidak dapat dianggap wajar dan patut menimbulkan kecurigaan adanya tekanan fisik maupun psikologis yang dialami korban selama ditahan.

“Negara harus menjelaskan secara rinci bagaimana prosedur penanganan terhadap korban, mulai dari pengawasan, pemenuhan gizi, hingga akses dan layanan kesehatan yang diberikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Anisah menyoroti lemahnya penerapan standar minimum perlakuan terhadap tahanan, termasuk prinsip-prinsip Nelson Mandela Rules, dalam sistem pemasyarakatan Indonesia. Menurutnya, peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi negara untuk segera mengevaluasi layanan kesehatan dan pengawasan di lapas maupun rutan.

Ia menegaskan bahwa setiap tahanan, tanpa terkecuali, memiliki hak mutlak atas perlindungan kesehatan fisik dan mental.

“Kematian Alfarisi harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Jangan sampai nyawa warga negara hilang tanpa kejelasan, keadilan, dan pertanggungjawaban dari negara,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya