Berita

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid. (Foto: Humas PKS)

Politik

Tahun 2026 Diharapkan Indonesia Panen Kebaikan

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 09:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Muhasabah akhir tahun merupakan momentum untuk menata ulang kesadaran kolektif bangsa, mengevaluasi arah kebijakan, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan ke depan.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid menyebut muhasabah sesungguhnya tidak harus menunggu akhir tahun. Akan lebih baik lagi jika senantiasa melakukan muhasabah setiap saat.

"Sesungguhnya setiap waktu adalah muhasabah, setiap waktu bisa menjadi akhir kehidupan karena kita tidak tahu kapan datangnya ajal dan peristiwa tentang ajal itu luar biasa," ujarnya lewat keterangan resmi, Kamis, 1 Januari 2026.


Sebagaimana masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tentunya tidak menyangka dengan bencana besar yang belum lama terjadi. Bencana yang dampaknya jauh lebih luas dibanding Tsunami Aceh 2004.

Dalam konteks muhasabah, penting untuk bermuhasabah sudah sejauh mana kondisi dakwah dan politik ini dimaksimalkan untuk kemaslahatan masyarakat. 

Menurut Hidayat, tahun 2026 yang akan dihadapi merupakan bagian dari kelanjutan apa yang sudah ditanam pada tahun-tahun sebelumnya. Apabila yang ditanam adalah hal baik, maka akan baik juga yang dipanen nantinya.

Dalam konteks dakwah dan politik, Hidayat menilai bahwa Indonesia sudah cukup baik. Indonesia adalah surga untuk dakwah, di mana kebebasan untuk dakwah, memakmurkan masjid, dan beribadah.

Sedangkan dalam konteks politik, demokrasi Indonesia selama ini sudah cukup baik. Rakyat diberi ruang untuk memilih pemimpin yang mereka percaya untuk memberikan solusi. Kewenangan ini semua sudah dijamin oleh konstitusi negara.

"Sehingga umat itu paham bahwa mereka punya kewenangan yang dijamin konstitusi dan kewenangan itu bisa menghadirkan solusi yang mereka harapkan," ungkap Hidayat.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya