Berita

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. (Foto: Instagram Kemenhub)

Nusantara

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

KAMIS, 01 JANUARI 2026 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah hiruk pikuk lonjakan wisatawan yang memadati Labuan Bajo pada musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, aspek keselamatan pelayaran kini menjadi sorotan utama. 

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, secara tegas mengingatkan bahwa keamanan nyawa penumpang tidak boleh ditawar, terutama setelah insiden tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di perairan Selat Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, pada Jumat malam 26 Desember 2025 lalu. 

Kementerian Perhubungan menyadari bahwa daya tarik Labuan Bajo telah memicu kepadatan lalu lintas laut yang luar biasa. Pada hari kecelakaan itu terjadi, otoritas pelabuhan setempat sebenarnya telah bekerja ekstra dengan menerbitkan sekitar 186 izin berlayar, yang dikeluarkan setelah melalui proses verifikasi kelayakan kapal dan pemantauan cuaca. Namun, tingginya jam terbang para pelaut terkadang memunculkan rasa percaya diri yang berlebih terhadap alam.


“Memang pada masa libur Nataru permintaan layanan cukup tinggi. Kadang saudara-saudara kita yang sudah puluhan tahun melaut merasa memahami karakter cuaca dan laut,” ungkap Dudy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 31 Desember 2025. 

Peristiwa yang menimpa KM Putri Sakinah pada pukul 21.00 WITA tersebut menjadi pelajaran berharga. Meski izin diberikan saat kondisi cuaca terpantau normal, alam berkata lain dengan perubahan cuaca yang berlangsung sangat cepat di tengah perjalanan hingga memicu gelombang tinggi. Dari ratusan kapal yang melaut hari itu, hanya satu yang mengalami musibah, namun hal ini sudah cukup menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan.

Menhub menekankan bahwa data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) harus menjadi panglima dalam menentukan layak atau tidaknya sebuah kapal untuk lepas sauh. Ia mengingatkan bahwa pola alam saat ini sudah berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“Namun perlu diketahui, karakter cuaca saat ini sudah banyak berubah dan tidak bisa lagi sepenuhnya mengandalkan pengalaman,” tegasnya lagi.

Ke depannya, Menhub memastikan bahwa pengawasan akan semakin diperketat. Larangan berlayar akan langsung diberlakukan jika evaluasi teknis maupun pantauan cuaca menunjukkan risiko bahaya. 

Setiap elemen, mulai dari kelaikan fisik kapal, kesiapan kru, hingga pembatasan jumlah penumpang, akan diperiksa secara mendetail. Langkah tegas ini diambil demi memastikan bahwa keindahan wisata laut Labuan Bajo tetap bisa dinikmati secara aman dan berkelanjutan oleh siapa pun.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya