Berita

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dalam rapat koordinasi penanganan pascabencana di Aceh, Selasa, 30 Desember 2025. (Foto: tangkapan layar YouTube)

Politik

Mualem ke KSAD: Masih Banyak Jembatan Belum Terhubung, Pak...

SELASA, 30 DESEMBER 2025 | 22:17 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengatakan masih banyak daerah yang belum terhubung selama satu bulan bencana alam di Aceh.

Kondisi ini disampaikan Mualem kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak saat rapat koordinasi bersama pimpinan DPR dan jajaran di Aceh, Selasa, 30 Desember 2025.

"Ini masih banyak sekali jembatan yang belum terhubung, Pak. Mudah-mudahan cepat kita buat," kata Mualem.


Pernyataan tersebut disampaikan setelah KSAD mengungkap praktik sabotase jembatan bailey, di mana jembatan darurat yang dibangun TNI bersama pemerintah dipreteli oleh pihak tak bertanggung jawab.

Sejauh ini, ada 468 titik jembatan rusak. Sementara itu, sudah ada 6 jembatan bailey telah selesai dikerjakan, yakni Jembatan Kutablang penghubung Bireuen-Lhokseumawe; Teupin Mane penghubung Bireuen-Bener Meriah; Jembatan Jeumpa/Cot Bada penghubung Peudada-Bireuen; Jembatan Teupin Reudeup penghubung Bireuen-Lhokseumawe.

Lalu Jembatan Matang Bangka penghubung Gampong Matang Bangka- Matang Teungoh, dan jembatan Weh Pase penghubung Aceh Utara-Bener Meriah.

Tidak hanya soal jembatan bailey, Mualem juga berharap pemulihan infrastruktur segera dipercepat, termasuk pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi korban terdampak bencana.

"Pemerintah Aceh sudah bergerak cepat, kami menyadari pemulihan pasca bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada daerah. Aceh membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah pusat," pungkas Mualem.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya