Berita

Pertemuan Bahlil Lahadalia, Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar, dan Sufmi Dasco Ahmad di Widya Chandra, Jakarta. (Foto: Instagram DPP Golkar)

Politik

Kopi Darat Ketum Parpol Pendukung Prabowo Tanpa Demokrat

SENIN, 29 DESEMBER 2025 | 21:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sejumlah ketua umum partai politik pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka menggelar pertemuan tertutup pada Minggu, 28 Desember 2025.

Sebagaimana diungkap DPP Partai Golkar, pertemuan tersebut digelar di rumah Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia di Kompleks Widya Chandra, Jakarta. Potret pertemuan itu pun beredar luas, termasuk dipublikasikan oleh akun media sosial DPP Golkar hari ini, Senin, 29 Desember 2025.

"Silaturahmi ini untuk memperkuat soliditas koalisi serta menyukseskan program pemerintah," tulis DPP Golkar dikutip redaksi.


Hadir dalam pertemuan tersebut, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad, dan tuan rumah Bahlil Lahadalia.

Agenda yang dibahas jelas, yakni menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun dari deretan elite parpol yang hadir, tidak terpantau ada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) maupun perwakilan dari Demokrat.

Selain sebagai Ketum Demokrat, AHY juga kini berkedudukan sebagai Menteri Koordinator (Menko) di Kabinet Merah Putih, sama dengan kedudukan Zulhas dan Cak Imin. 

Jika berbicara soal penguatan koalisi Prabowo-Gibran sebagaimana dibahas dalam pertemuan tertutup itu, Demokrat tercatat sebagai parpol yang dari awal mendukung Prabowo sejak pencalonan di Pilpres 2024, sama dengan PAN dan Golkar. Hal berbeda dialami PKB yang baru bergabung setelah Prabowo-Gibran terpilih.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya