Berita

PT Pertamina International Shipping (PIS) meraih penghargaan Energy and Mining Editor Society (E2S) Award. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina International Shipping Raih E2S Award

KAMIS, 11 DESEMBER 2025 | 17:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina International Shipping (PIS) meraih penghargaan Energy and Mining Editor Society (E2S) Award untuk kategori Best Risk Management for Marine Logistics. Penghargaan ini diberikan karena PIS dinilai telah menempatkan manajemen risiko sebagai komponen utama dalam roda bisnis operasional perusahaan.

Di tengah gejolak internal dan eksternal, PIS dalam satu tahun ini dinilai telah berhasil menerapkan manajemen risiko sehingga operasional dan bisnis perusahaan dapat berkelanjutan.

“Kami berharap apresiasi ini dapat mendorong PIS untuk terus berkiprah di bisnis marine logistics yang pertumbuhannya sangat menjanjikan,” kata Ketua Panitia E2S Energy Update 2025, Lili Hermawan dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 11 Desember 2025.


PIS memandang, manajemen risiko menjadi elemen sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keberlanjutan bisnis perusahaan di sektor pengangkutan dan logistik energi.
 
Dalam menghadapi tantangan risiko yang semakin kompleks, PIS telah mengadopsi berbagai strategi berbasis identifikasi dan penilaian risiko untuk semua proses bisnis baik dari sisi operasional dan proyek investasi.
 
Nico Dhamora, VP Risk Strategy and Governance PIS mengungkapkan, PIS telah melakukan transformasi manajemen risiko dari fungsi pendukung menjadi penggerak strategis melalui penguatan tata kelola, structural oversight, business continuity, technology & digitalization, dan risk culture.
 
Dalam aspek budaya, PIS menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran dalam mengambil tindakan secara cepat dan akurat mengendalikan krisis dan risiko disrupsi terhadap keberlangsungan bisnis.

"Oleh karena itu, diperlukan budaya organisasi yang memastikan bahwa setiap fungsi secara proaktif berperan dalam rangka pencegahan dan penanganan insiden secara cepat, tepat, dan terstruktur," kata Nico.
 
Selain itu, PIS memiliki karakteristik berbeda dengan perusahaan lain. Pemanfaatan digitalisasi di PIS tidak hanya berfungsi menampilkan data operasional, tetapi juga berperan sebagai early warning system yang memberikan sinyal dini sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan.

"Dengan armada yang beroperasi di dalam dan luar wilayah Indonesia, kemampuan memantau secara akurat posisi kapal serta memahami kondisi rekan-rekan di laut menjadi sangat krusial. Melalui sistem digital terintegrasi, pengambilan keputusan dapat dilakukan berbasis risiko dan bukan semata-mata intuisi," jelas Nico.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya