Berita

Kelompok Studi Dermatologi Laser Indonesia (KSDLI), menyambut baik alat-alat baru yang mampu memberikan hasil yang lebih cepat dan efektif bagi pasien (Foto: KSDLI)

Tekno

Komunitas Dermatologi Soroti Pentingnya Inovasi Laser dan Edukasi Profesional

SENIN, 08 DESEMBER 2025 | 11:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Komunitas dokter spesialis kulit dan ahli estetika di Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi terhadap kedatangan teknologi laser terbaru yang berfokus pada penghilangan rambut permanen, LEASEIR MHR Xcell. Kehadiran teknologi mutakhir dari Eropa ini dianggap sebagai sinyal positif bagi kemajuan estetika medis di Tanah Air.

Dr. Andreas Widiansyah, Sp.D.V.E.,Ketua Kelompok Studi Dermatologi Laser Indonesia (KSDLI), menyambut baik alat-alat baru yang mampu memberikan hasil yang lebih cepat dan efektif bagi pasien. Baginya, setiap inovasi teknologi adalah penambah power dan kesempatan untuk meningkatkan pelayanan.

Penerimaan teknologi baru ini sangat erat kaitannya dengan peran KSDLI sebagai organisasi profesi. Kehadiran para pimpinan KSDLI di acara peluncuran LEASEIR MHR Xcell menjadi validasi medis bahwa alat tersebut memenuhi standar praktik laser yang aman dan efektif.


"Bagus, untuk LEASEIR yang hari ini kita launching untuk laser ya. Ini memang fokus untuk hair removal. Jadi semoga LEASEIR ini menambah power, menambah alat-alat baru untuk pasien," ujarnya, dalam keterangan yang dikutip redaksi, Senin 8 Desember 2025.

Dr. Ruri D. Pamela, Sp.D.V.E., anggota aktif KSDLI, menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang mekanisme kerja energi cahaya dalam laser diode. Penjelasan ini krusial, karena pemahaman dasar yang kuat adalah kunci bagi dokter untuk mengaplikasikan teknologi ini secara benar.

Sebagaimana ditekankan oleh dr. Sri Ellyani, Sp.D.V.E., teknologi baru ini sangat dibutuhkan masyarakat yang menginginkan solusi penghilangan bulu yang cepat dan permanen. Dokter juga mengapresiasi aspek operasionalnya. dengan mengatakan bahwa laser hair removal seperti LEASEIR MHR Xcell diklaim mampu memotong waktu perawatan tanpa mengurangi ketepatan. Ini adalah kebutuhan akan edukasi berkelanjutan.

Dr. Andreas Widiansyah secara eksplisit berpesan agar penyedia teknologi tidak hanya fokus pada penjualan, tetapi juga meningkatkan edukasi kepada dokter melalui simposium dan workshop. Komitmen ini memastikan bahwa setiap teknologi canggih yang masuk ke Indonesia digunakan oleh praktisi yang terlatih.

Pada akhirnya, bagi komunitas dermatologi, setiap teknologi baru harus berfungsi sebagai pendorong untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien dan memperkuat standar keamanan praktik medis di Indonesia.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya