Berita

Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule. (Foto: Dok. BP Taskin)

Politik

Di UI, Iwan Sumule Urai Strategi Percepatan Pengentasan Kemiskinan

JUMAT, 21 NOVEMBER 2025 | 20:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penurunan angka kemiskinan menjadi komitmen nyata Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Strategi khusus dirancang agar penurunan kemiskinan bisa dipercepat.

Strategi tersebut diurai langsung Wakil Kepala BP Taskin, Iwan Sumule saat memberi sambutan di acara Dies Natalis ke-42 dan Seminar Nasional Prodi Kajian Ketahanan Nasional, Universitas Indonesia di Salemba, Jakarta Pusat, Jumat, 21 November 2025.

Dijelaskan Iwan Sumule bahwa ada empat pilar utama dalam strategi itu. Pertama adalah akses pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perumahan.


Kedua, penciptaan pendapatan yang ditandai dengan peningkatan kapasitas ekonomi melalui pelatihan, akses kerja, dan pengembangan usaha.

“Pilar ketiga, pembinaan dan pemberdayaan. Yaitu membangun kepercayaan diri, pengetahuan, dan keterampilan. Dan pilar yang keempat, peningkatan akumulasi tabungan dan investasi,” tegas Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) itu.

Pendekatan struktural bukan tumpuan satu-satunya dalam strategi ini. Ada kearifan lokal yang harus dimaksimalkan karena telah terbukti efektif dalam menghadapi krisis.

Seperti, urai Iwan, sistem subak di Bali yang telah menjadi bukti bahwa masyarakat Indonesia memiliki solusi lokal dan dapat berperan dalam penanggulangan kemiskinan berbasis ketahanan pangan.

Lebih lanjut, Iwan juga meminta semua pihak untuk terus berkolaborasi dalam percepatan pengentasan kemiskinan. Dengan kolaborasi, sambungnya, setiap program dapat dijalankan sesuai dengan tujuan nasional.

“Sering kali kita lupa bahwa bangsa ini punya harta pengetahuan asli. Tugas kami adalah memastikan nilai-nilai itu menjadi bagian dari strategi nasional pengentasan kemiskinan,” demikian Iwan Sumule.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

KH Sholeh Darat Diusulkan jadi Pahlawan Nasional

Senin, 30 Maret 2026 | 05:59

Pentingnya Disiplin Informasi dalam KUHP Baru

Senin, 30 Maret 2026 | 05:43

Dikenal Warga sebagai Orang Baik, Pegawai Ayam Geprek Ditemukan Tewas

Senin, 30 Maret 2026 | 05:16

Aburizal Bakrie Kenang Juwono Sudarsono sebagai Putra Terbaik Bangsa

Senin, 30 Maret 2026 | 04:57

Mitra MBG Jangan Coba-coba Markup Harga Bahan Baku

Senin, 30 Maret 2026 | 04:40

Ikrar Setia ke NKRI

Senin, 30 Maret 2026 | 04:23

Pertamina Fasilitasi Pemudik Balik ke Jakarta dengan Lancar

Senin, 30 Maret 2026 | 03:59

Merajut Hubungan Sipil-Militer

Senin, 30 Maret 2026 | 03:50

Hadapi Bulgaria, Timnas Indonesia Bakal Tertolong Dukungan Suporter

Senin, 30 Maret 2026 | 03:27

BGN Dorong Penguatan Ekosistem Peternakan Demi Serap Lapangan Kerja

Senin, 30 Maret 2026 | 02:59

Selengkapnya