Berita

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie. (Foto: RMOL/Ahmad Alfian)

Politik

Sekolah Garuda Visi Besar Presiden Prabowo Cetak Talenta Unggul

RABU, 08 OKTOBER 2025 | 09:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pemerintah memulai pengenalan Sekolah Garuda pada Rabu, 8 Oktober 2025, secara serentak di 16 titik di seluruh Indonesia yang merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemerataan pendidikan unggulan hingga ke pelosok negeri.

Sekolah Garuda hadir sebagai terobosan besar untuk membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak Indonesia agar bisa menembus kampus-kampus terbaik dunia.

“Sekolah Garuda menjadi penyempurna orkestrasi transformasi pendidikan,” kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof Stella Christie lewat keterangan resminya yang diterima redaksi.


Menurut Stella, Sekolah Garuda merupakan realisasi dari visi besar Presiden Prabowo untuk membawa anak-anak Indonesia dari seluruh pelosok negeri menuju universitas-universitas terbaik dunia. 

Program ini dirancang sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional yang menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.

“Sekolah Garuda adalah cara pemerintah memperluas akses pendidikan unggul yang inklusif. Meracik talenta sains dan teknologi dari anak-anak berprestasi dari penjuru negeri,” jelas Stella.

Melalui Sekolah Garuda, pemerintah ingin melahirkan generasi cerdas, berdaya saing global, berjiwa kepemimpinan, berhati pelayanan, dan berkomitmen untuk mengabdi pada kemajuan Indonesia.

Pengenalan serentak Sekolah Garuda akan mencakup 12 titik Sekolah Garuda Transformasi dan 4 lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru.

Dua belas Sekolah Garuda Transformasi tersebut antara lain SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (Sumatera Selatan), SMAN Unggulan MH Thamrin (DKI Jakarta), SMA Cahaya Rancamaya (Jawa Barat), SMA Taruna Nusantara dan SMA Pradita Dirgantara (Jawa Tengah), SMAN 10 Samarinda (Kalimantan Timur), SMAN Banua BBS (Kalimantan Selatan), MAN Insan Cendekia Gorontalo (Gorontalo), SMAN Siwalima Ambon (Maluku), dan SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya).

Sementara empat lokasi pembangunan Sekolah Garuda Baru terdapat di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sultra), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

Hingga tahun 2029, pemerintah menargetkan 80 sekolah akan menjadi bagian dari Sekolah Garuda Transformasi, serta 20 sekolah baru akan dibangun sebagai Sekolah Garuda Baru.

Stella menjelaskan, Sekolah Garuda ditopang oleh tiga pilar utama. Pertama, penyeimbang akses, yakni pemerataan kesempatan berprestasi di seluruh daerah.

Kedua, inkubator pemimpin, yang berfokus pada pembentukan karakter kepemimpinan menuju Indonesia Emas 2045. Ketiga, peningkatan prestasi akademik dan pengabdian masyarakat, agar lulusan Sekolah Garuda tidak hanya cemerlang secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa pengabdian.

Keberadaan Sekolah Garuda dinilai menjadi bagian penting dari strategi pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. 

Saat ini, Human Capital Index menunjukkan rata-rata siswa Indonesia baru memanfaatkan 54 persen dari potensi utuh mereka?"tantangan sekaligus peluang besar untuk ditingkatkan melalui sistem pendidikan yang lebih merata dan berorientasi mutu.

Upaya pemerintah membuka akses ke perguruan tinggi kelas dunia juga terus menunjukkan hasil positif. Pada 2024, sebanyak 143 lulusan SMA penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) telah berhasil berkuliah di 100 universitas terbaik dunia.

Dengan lahirnya Sekolah Garuda, pemerintah berharap gerbang menuju pendidikan unggul semakin terbuka lebar?"membawa lebih banyak putra-putri bangsa menembus batas dunia dan mengharumkan nama Indonesia di kancah global.



Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya