Berita

Panser Anoa di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

DPR Tak Perlu Dijaga TNI

SELASA, 23 SEPTEMBER 2025 | 09:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pelibatan TNI dalam pengamanan Gedung DPR menuai tanggapan dari ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. 

Menurut Anggota Komisi II DPR RI itu, pengamanan seharusnya tetap menjadi ranah kepolisian.

“Hemat saya, biarkan jadi urusan polisi dalam menjaga keamanan. Plus DPR adalah rumah rakyat, jadi kesan terbuka dan dekat wajib muncul. Pengamanan DPR juga ada Pamdal DPR. Jika perlu perbantuan bisa ke institusi kepolisian,” ujarnya lewat akun X miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Selasa, 23 September 2025.


Kepala Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR itu menambahkan, bila TNI tetap ingin berkontribusi, dukungan yang paling tepat adalah pada aspek intelijen. 

“Tujuannya mencegah dan intersep agar kejadian yang merusak bisa dicegah,” jelasnya.

Mardani juga mengingatkan, demonstrasi adalah bagian dari proses demokrasi yang harus dihargai. Namun ia menegaskan, tindakan anarki tidak dapat dibenarkan.

“Aksi demonstrasi adalah salah satu bentuk dari demokrasi, bunga demokrasi. Tapi tindakan anarki tidak bisa dibenarkan,” tegasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya