Berita

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Bisnis

Bahlil Bantah Tutup Impor SPBU Swasta

SELASA, 09 SEPTEMBER 2025 | 19:16 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menutup pintu impor bagi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta seperti Shell dan British Petroleum (BP).

Bahlil memastikan bahwa pemerintah justru telah menambah kuota impor untuk 2025.

“Impor untuk 2025 kan kuotanya itu 110 persen dibandingkan 2024. Sangatlah tidak benar kalau kita tidak berikan kuota impor,” ujar Bahlil usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 9 September 2025.


Dia juga mengungkap bahwa timnya sudah bertemu dengan pihak Shell dan BP untuk memberikan penjelasan terkait alokasi impor.

“Ya kita berikan penjelasan, karena sudah berikan alokasi mereka 110 persen dari total kuota impor ke masing-masing perusahaan,” ungkapnya.

Bahlil menyebut arahan bagi badan usaha (BU) hilir migas swasta untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) dari PT Pertamina (Persero) tidaklah menjurus pada praktik monopoli usaha.

Menurutnya ini merupakan bentuk kolaborasi antarbisnis atau business to business (B2B).

“Selebihnya silakan kolaborasi B to B sama Pertamina. Ini bukan persoalan persaingan usaha, ini soal pasal 33 hajat hidup orang banyak itu alangkah lebih bagusnya dikuasai negara tetapi bukan berarti totalitas dikuasai negara. ," ujar Bahlil. 

Isu soal keterbatasan pasokan BBM di SPBU swasta mencuat setelah sejumlah pengendara mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar di luar SPBU Pertamina.

Bahlil sempat menyarankan agar Shell Indonesia dan BP AKR tetap bisa membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) dari PT Pertamina apabila stok mereka masih kosong.

"Kalau ada yang masih kurang, silakan beli juga di Pertamina," ujar Bahlil.

Menurutnya, Pertamina memiliki cadangan pasokan yang memadai dan bisa dimanfaatkan oleh badan usaha swasta, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terjamin. 

Dengan begitu, opsi impor tidak selalu harus menjadi pilihan utama ketika stok di dalam negeri menipis.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya