Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: PPID DKI Jakarta)

Politik

Aktivis Kecewa Pramono Anung Tak Berani Hadapi Pendemo

SELASA, 02 SEPTEMBER 2025 | 12:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Sikap pasif yang diambil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat gelombang unjuk rasa sepekan kemarin disesalkan Aktivis Jakarta Taufik Tope Rendusara.

Taufik mengatakan, sikap Pramono tersebut membuat Kota Jakarta seperti tanpa pemimpin di tengah ekslasi konflik yang semakin meningkat.

"Terlebih setelah jatuhnya korban jiwa, driver ojol Affan Kurniawan," kata Taufik melalui keterangan elektroniknya di Jakarta, Selasa 2 September 2025.


Kericuhan yang terjadi di sejumlah lokasi di Jakarta menyebabkan kerugian materi yang cukup besar.

Pemprov DKI Jakarta mencatat, kerugian akibat kerusakan fasilitas publik selama aksi unjuk rasa di Jakarta diperkirakan mencapai Rp51,1 miliar. Kerusakan ini mencakup infrastruktur halte Transjakarta, MRT, CCTV, dan lainnya.

Dampak kerusakan tersebut yakni pada 22 halte Transjakarta, baik halte BRT dan non-BRT. Dari jumlah tersebut, sebanyak enam halte terbakar dan dijarah, sementara 16 halte lainnya mengalami kerusakan seperti kaca pecah dan vandalisme. Selain itu, satu pintu tol juga terdampak aksi.

"Pramono terlihat dilema menentukan pilihan," kata Taufik.

Pramono, kata Taufik, tampak berani mendampingi Ketua DPR Puan Maharani mendatangi kediaman almarhum Affan Kurniawan, namun tidak bernyali dalam mengawal aspirasi para pendemo.

Menurut Taufik, sepatutnya Pramono meniru Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkubowono X yang berani mendatangi kerumunan pendemo untuk meredam gejolak. 

"Sehingga warga DIY merasakan ketertiban dan keamanan mereka terjaga karena kehadiran pemimpinnya," kata Taufik.

Taufik berharap ke depan Pramono bisa lebih tegas dan berani berperan aktif sebagai bentuk tanggung jawab sebagai pimpinan daerah yang menjamin atas ketertiban dan keamanan Kota Jakarta.



Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya