Berita

Ketua Umum Partai Ummat Periode 2025–2030 hasil Munas I Kemang, Jakarta, Aznur Syamsu. (Foto: Dok Partai Ummat)

Politik

Partai Ummat:

Pidato Prabowo Perkuat Fondasi Pembangunan Manusia Indonesia

SABTU, 16 AGUSTUS 2025 | 04:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Partai Ummat mengapresiasi berbagai capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan, sebagaimana disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Ketua Umum Partai Ummat Periode 2025–2030 hasil Munas I Kemang, Jakarta, Aznur Syamsu, menilai bahwa pemerintahan Presiden Prabowo telah menunjukkan keseriusan dalam memperkuat fondasi pembangunan manusia Indonesia melalui kebijakan strategis yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat.

“Kami mengapresiasi fokus Presiden Prabowo pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat. Pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan adalah fondasi dari keadilan sosial yang sesungguhnya,” ujar Aznur dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta,  Jumat malam, 15 Agustus 2025.


Salah satu kebijakan yang disorot positif adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya mendukung kesehatan anak, tetapi juga memperkuat konsentrasi belajar dan mencegah stunting sejak dini.

“Program MBG adalah langkah konkret dalam membangun generasi sehat dan cerdas. Ini menunjukkan bahwa pemerintah hadir secara nyata di tengah rakyat,” jelasnya.

Partai Ummat juga mengapresiasi pembangunan dan penguatan Sekolah Unggulan serta Sekolah Rakyat yang memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas, terutama di daerah terpencil dan komunitas akar rumput.

“Kami mendukung upaya pemerataan pendidikan dengan pendekatan berbasis karakter, akhlak, dan pemberdayaan lokal. Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi pusat pembentukan nilai dan kemandirian,” tegasnya.

Dalam sektor kesehatan, Partai Ummat menilai bahwa peningkatan anggaran dan akses terhadap layanan kesehatan dasar, termasuk penguatan layanan ibu dan anak serta fasilitas Puskesmas di daerah tertinggal, adalah langkah penting menuju pemerataan layanan publik.

“Kesehatan adalah hak rakyat, bukan kemewahan. Pemerintah telah menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui penguatan layanan kesehatan primer,” ungkap dia.

Di bidang ketahanan pangan, Partai Ummat memuji kebijakan yang mendukung petani lokal, mendorong produksi dalam negeri, serta mengintegrasikan sektor pangan dengan kebutuhan program sosial seperti MBG. Kebijakan ini dinilai sebagai wujud nyata kedaulatan pangan nasional.

“Kami mendukung penuh kebijakan yang berpihak pada petani dan menjadikan ketahanan pangan sebagai agenda utama. Indonesia harus berdaulat dalam urusan perut rakyatnya,” tegasnya lagi.

Meski memberikan apresiasi, Partai Ummat juga mendorong adanya perbaikan berkelanjutan dalam pelaksanaan di lapangan. Tantangan seperti distribusi yang belum merata, pengawasan terhadap kualitas makanan (MBG) ,keterbatasan tenaga kesehatan dan pengajar di daerah tertinggal, serta kesenjangan infrastruktur pendukung masih perlu dibenahi.

“Dukungan kami bukan tanpa catatan. Kami berharap Presiden Prabowo terus meningkatkan kualitas implementasi kebijakan, memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakan seluruh rakyat hingga ke pelosok negeri,” pungkasnya.

Sebagai partai politik yang berlandaskan semangat amar ma’ruf nahi munkar, Partai Ummat menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra kritis yang konstruktif, mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak pada keadilan sosial dan kepentingan rakyat kecil.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya