Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Trump Jeda Tarif China, Harga Minyak Naik Tipis

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 09:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Keputusan Amerika Serikat (AS) memperpanjang jeda tarif terhadap China membuat harga minyak dunia naik pada perdagangan Selasa, 12 Agustus 2025.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 26 sen atau 0,39 persen menjadi 66,89 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 22 sen atau 0,34 persen menjadi 64,18 Dolar AS per barel.

Kenaikan ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memperpanjang masa jeda tarif untuk China selama 90 hari. Kebijakan ini menunda rencana pengenaan bea masuk besar-besaran pada barang impor dari China, tepat saat para pengecer di AS bersiap menghadapi musim belanja akhir tahun.


Langkah tersebut memicu harapan akan tercapainya kesepakatan antara dua ekonomi terbesar dunia. Jika terjadi, hal ini dapat menghindarkan mereka dari “perang dagang” yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan menekan permintaan bahan bakar.

Investor kini juga menunggu pertemuan antara Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada 15 Agustus di Alaska. Pertemuan itu bertujuan membahas perdamaian di Ukraina. AS sebelumnya telah mengancam akan memberi sanksi tambahan bagi pembeli minyak Rusia seperti China dan India, jika perundingan gagal mencapai kesepakatan.

“Setiap kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina akan menghilangkan risiko gangguan pasokan minyak Rusia yang selama ini membebani pasar,” kata Daniel Hynes, analis komoditas senior ANZ.

Trump sendiri telah memberi batas waktu hingga Jumat lalu bagi Rusia untuk menyetujui perdamaian. Jika tidak, negara-negara yang tetap membeli minyak Rusia akan menghadapi sanksi sekunder, termasuk tekanan pada India untuk mengurangi pembelian.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya