Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Putin Usulkan Pertemuan dengan Trump di UEA, Soal Gencatan Senjata Masih Tanda Tanya

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 16:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Rusia Vladimir Putin mengonfirmasi bahwa ia dan Presiden AS Donald Trump sedang merencanakan pertemuan empat mata yang berpotensi digelar di Uni Emirat Arab (UEA).

Pertemuan langsung Putin dan Trump akan tetap digelar meski pertempuran di Ukraina, termasuk serangan udara Rusia dan pertempuran sengit di Kursk masih terus berlangsung.

Kremlin menyebut rencana ini sebagai peluang diplomatik, sementara banyak pihak menilai pertemuan tersebut memberi Putin keuntungan politik, mengingat ia belum menunjukkan tanda-tanda akan menghentikan serangan atau mengubah tujuan perang.


Langkah ini muncul setelah utusan khusus AS, Steve Witkoff, bertemu Putin selama tiga jam di Moskow pada Rabu lalu, 6 Agustus 2025 di tengah kabar Washington memberlakukan tarif tinggi terhadap India karena dukungannya pada ekonomi perang Rusia. 

Trump kemudian secara tiba-tiba mengumumkan niat bertemu Putin segera dengan peluang sangat bagus untuk mencapai kesepakatan damai.

Putin, yang pada Kamis, 7 Agustus 2025 juga bertemu Presiden UEA Mohamed bin Zayed al-Nahyan, mengatakan Abu Dhabi akan menjadi tempat yang cocok.untuk pertemuan dengan Trump.

Namun, rencana ini diwarnai tarik-ulur. Seorang pejabat Gedung Putih awalnya menyatakan Trump akan bertemu Putin hanya jika pemimpin Rusia itu juga bersedia bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. 

Putin menolak, dengan alasan kondisi-kondisi yang diperlukan belum tercapai.

Beberapa jam kemudian, Trump melunakkan syaratnya.

“Tidak. Dia tidak mau, tidak,” kata Trump saat ditanya apakah pertemuan Putin-Zelensky menjadi prasyarat, seperti dikutip dari Washington Post pada Jumat, 8 Agustus 2025.

Trump juga mengaku kecewa dengan lambannya perkembangan menuju gencatan senjata.

“Semuanya terserah padanya (Putin). Kita lihat saja nanti apa yang akan dia katakan. Sangat kecewa,” ujarnya.

Kremlin mengklaim persiapan pertemuan bisa selesai paling cepat minggu depan, namun membantah bahwa inisiatif itu datang dari Rusia. 

Ajudan Putin, Yuri Ushakov, menyebut hal tersebut atas saran pihak Amerika, meski kemudian Putin sendiri menyatakan bahwa kedua belah pihak menunjukkan minat.

Sumber Ukraina mengatakan, rencana awalnya adalah menggelar dua pertemuan bilateral yakni Trump-Putin dan Trump-Zelensky, sebelum pertemuan trilateral.

Namun, kebingungan muncul setelah Rusia mencoba mengecilkan bagian pertemuan dengan Zelensky.

Bagi Moskow, skema ideal adalah kesepakatan yang dirancang bersama Washington dan Kremlin, lalu dipaksakan kepada Kyiv.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya