Berita

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati/RMOL

Bisnis

Masuki Kuartal III 2025

Sri Mulyani Siapkan Budget Segini Buat Dongkrak Ekonomi

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 00:36 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah menyiapkan alokasi anggaran Rp10,8 triliun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2025 dengan sejumlah paket stimulus.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan paket stimulus tersebut diharap dapat membuat pertumbuhan ekonomi tetap terjaga di kisaran 5 persen, seperti kuartal II-2025 yang tumbuh 5,12 persen yoy.

“Untuk triwulan ketiga kita akan terus masih ada Rp10,8 triliun stimulus aktivitas ekonomi yang akan terlaksana di triwulan ketiga yang kita harapkan juga akan memberikan momentum pada bulan Juli yang baru saja kita lewati dan nanti di bulan Agustus ini diharapkan momentumnya tetap terjaga,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, pada Selasa, 5 Agustus 2025.


Adapun pada kuartal sebelumnya, pemerintah telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp24,4 triliun untuk berbagai program stimulus, dan mempercepat realisasi belanja negara guna mendorong konsumsi dan menjaga daya beli masyarakat.

Ia mengatakan sejumlah program yang menjadi penopang optimisme ekonomi di kuartal III antara lain program makan bergizi gratis dan pembangunan sekolah rakyat, yang ditargetkan mencapai 200 unit pada bulan September. Renovasi dan rehabilitasi sekolah oleh Kementerian Pendidikan juga telah mulai berjalan sejak Juli dan Agustus.

Sementara dari sisi perumahan, pemerintah terus mendorong realisasi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang ditargetkan mencapai 220 ribu unit pada kuartal III, dan 350 ribu unit hingga akhir 2025.

“Kemudian dari Menteri Perumahan, FLPP nanti tadi akan terus diharapkan bisa terjaga mencapai 220 ribu kuartal ketiga dan 350 ribu di akhir tahun ini,” tuturnya. 

Pemerintah juga memberikan dukungan besar untuk stabilisasi harga pangan. Anggaran sebesar Rp16,6 triliun telah digelontorkan untuk stabilisasi harga beras, dan Rp5 triliun untuk menjaga harga jagung. 

Selain itu, regulasi di sektor pertanian juga diperkuat untuk memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk mendukung musim tanam.

Sri Mulyani menambahkan bahwa pemerintah terus menjaga iklim investasi tetap sehat dan kompetitif. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan perlindungan industri dalam negeri, termasuk melalui instrumen Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) jika diperlukan.

“Ini sangat penting di dalam rangka kita untuk tetap menjaga competitiveness dari industri manufaktur,” pungkasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya