Berita

Peluncuran Chery E5 di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu malam 25 Juni 2025/Dok PT CSI

Otomotif

Inovasi Baterai LFP dari CATL Bikin Harga Chery E5 Lebih Murah

KAMIS, 26 JUNI 2025 | 10:45 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sejak diluncurkan pada awal 2024 sebagai "The First True Electric SUV" dan langsung bergelar penjualan Nomor 1 di segmennya pada tahun yang sama, Chery E5 telah meraih antusiasme luar biasa dari publik Tanah Air. Kini, Chery kembali berinovasi dengan pembaruan krusial di sektor baterai E5. 

Untuk edisi terbaru yang diluncurkan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu malam 25 Juni 2025, SUV ramah lingkungan tersebut resmi menggunakan baterai LFP (Lithium Ferrous Phosphate) hasil kerja sama dengan produsen baterai global terkemuka, CATL. 

"Baterai LFP dipilih karena reputasinya sebagai salah satu teknologi baterai EV teraman dan memiliki durabilitas yang tinggi," ucap Product Manager PT Chery Sales Indonesia (CSI), Eko Fachruroji, Rabu malam, 25 Juni 2025.


Eko memaparkan, baterai LFP terbaru besutan CATL dengan kapasitas 61 kWh, menghadirkan efisiensi dan daya jelajah yang lebih optimal bagi Chery E5. Memungkinkan perjalanan hingga 430 km berdasarkan metode pengujian WLTP (Worldwide harmonized Light Vehicles Test Procedure) dan 505 km dengan metode NEDC (New European Driving Cycle) untuk satu kali pengisian baterai secara penuh. 

"Teknologi LFP tidak hanya menjamin jangkauan lebih jauh dan performa yang stabil dengan tingkat degradasi rendah, tetapi juga meningkatkan keamanan operasional berkat ketahanan terhadap suhu tinggi dan risiko kebakaran, sehingga mendukung mobilitas ramah lingkungan tanpa kompromi," paparnya.

Baterai baru Chery E5 juga telah didukung oleh tiga sistem kendali elektronik yang berfungsi layaknya otak kendaraan. Tiga sistem tersebut meliputi Energy Recovery Level Setting yang mengoptimalkan pemanfaatan energi, Vehicle Driving Mode Settings yang menyesuaikan respons kendaraan sesuai preferensi pengemudi, serta AGS Active Air Intake Grille yang menjaga suhu baterai ketika beroperasi.

Integrasi cerdas ini memungkinkan kalibrasi otomatis segera setelah kendaraan dinyalakan dan diagnosis kesalahan daring, memastikan sistem selalu berfungsi optimal. Dengan perlindungan sistematis ini, baterai dan motor Chery E5 terbaru terjamin memiliki performa puncak dan keamanan menyeluruh.

Namun demikian, inovasi di sektor baterai tidak lantas mengorbankan keunggulan performa dan daya jelajah Chery E5. 

Bahkan inovasi baterai CATL juga memungkinkan Chery E5 ditawarkan dengan harga baru yang lebih kompetitif, yakni Rp399.900.000 dan Rp404.900.000 untuk varian two tone. Sementara Chery E5 Pure dibanderol Rp 369.900.000. Ini merupakan harga on the road (OTR) Jakarta.

Di versi sebelumnya Chery E5 Pure dibanderol Rp425,5 juta dan E5 varian tertinggi Rp505,5 juta (OTR Jakarta).

Purna Jual Komprehensif bagi Konsumen Chery C5 & E5

Untuk memberikan ketenangan pemilik kendaraan, Chery menyertakan paket purnajual yang komprehensif untuk setiap pembelian Chery C5 dan E5. Bagi pemilik Chery C5, harga sudah mencakup garansi mesin 10 tahun/1.000.000 km, garansi kendaraan 6 tahun/150.000 km, gratis biaya jasa dan suku cadang selama 4 tahun/60.000 km, serta layanan darurat 24 jam gratis selama 1 tahun.

Sementara itu, pemilik Chery E5 akan mendapatkan garansi baterai 8 tahun/180.000 km, garansi kendaraan 6 tahun/160.000 km, gratis biaya jasa dan suku cadang selama 5 tahun/75.000 km, serta layanan darurat 24 jam gratis selama 1 tahun.

Keseluruhan penawaran layanan purna-jual ini dirancang untuk memastikan pengalaman kepemilikan yang mulus dan tanpa rasa khawatir, selaras dengan gaya hidup masyarakat modern yang aktif dan dinamis.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya