Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

Vladimir Putin: Agresi AS terhadap Iran Tak Beralasan

SELASA, 24 JUNI 2025 | 03:35 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan Amerika Serikat (AS) terhadap tiga situs nuklir Iran sebagai "agresi tak beralasan.” 

Pernyataan Putin ini disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Moskow, Senin 23 Juni 2025. Ia mengatakan bahwa Moskow berupaya membantu Teheran dalam situasi saat ini.

"Ini adalah agresi yang sama sekali tidak beralasan terhadap Iran," kata Putin kepada Araghchi, mengutip dari kantor berita AFP.


Putin menambahkan bahwa Rusia berupaya memberikan bantuan kepada rakyat Iran.

Diketahui, ketegangan di Timur Tengah meningkat menyusul serangan udara terkoordinasi yang dilakukan AS dan Israel terhadap target-target di Iran. 

Serangan AS pada Minggu 22 Juni 2025 menargetkan tiga fasilitas nuklir utama Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan rudal dan pesawat tak berawak.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Putin atas kecamannya terhadap serangan AS. 

Araghchi menyatakan bahwa Rusia berdiri di "sisi sejarah yang benar" dan menyampaikan salam dari Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Presiden Masoud Pezeshkian kepada Putin.

"Iran memiliki harapan yang jelas dari Rusia berdasarkan kemitraan strategis mereka baik di forum multilateral seperti Dewan Keamanan PBB maupun di kawasan," kata juru bicara kementerian Esmail Baghaei, menurut kantor berita semi-resmi Iran Tasnim.

Meskipun Rusia memiliki perjanjian kemitraan strategis dengan Iran yang ditandatangani pada Januari 2025 lalu, Moskow belum menawarkan bantuan militer langsung kepada Teheran. 

Putin juga sebelumnya telah menawarkan diri sebagai mediator, meski kemudian hal ini tidak diteruskan terutama setelah Presiden AS Donald Trump menolak peran mediasi Kremlin.



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya