Berita

Ketua DPD GMNI Sulawesi Selatan, Riyanto Pratama/Ist

Politik

Waspada Provokasi Cabang Fiktif Jelang Kongres GMNI XXII Bandung

SABTU, 21 JUNI 2025 | 01:30 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pelaksanaan Kongres Nasional (Kongresnas) XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kota Bandung sepatutnya didukung kader se-Indonesia karena akan menjadi jembatan emas untuk GMNI yang lebih adaptif dalam perkembangan zaman. 

"Kepada kawan-kawan pejuang pemikir, pemikir pejuang, saya mengajak kepada kita semua agar tidak sama sekali terpancing dan terprovokasi oleh cabang-cabang fiktif," kata Ketua DPD GMNI Sulawesi Selatan, Riyanto Pratama dalam keterangan tertulisnya, Jumat 20 Juni 2025.

Riyanto mengatakan, cabang-cabang GMNI fiktif lahir dari campur tangan oknum-oknum partai yang terus ingin menjadikan GMNI sebagai alat untuk mendapatkan posisi di internal partai mereka.


Menurut Riyanto, oknum-oknum partai menjual nama GMNI seolah-olah GMNI di bawah kendali mereka.

"Upaya infiltrasi, kooptasi, intervensi, hingga strategi divide et impera yang disusupkan di tengah-tengah semangat kita untuk menyukseskan Kongres XXII bukanlah sekadar manuver politik. Itu adalah kejahatan ideologis, jika dilakukan oleh Marhaenis sendiri," kata Riyanto.

Riyanto menekankan, satu-satunya jalan adalah mempercayakan penyelenggaraan Kongres GMNI XXII kepada Pengurus DPP GMNI dan panitia yang sah dan telah terbentuk. 

"Hanya dengan itu kita bisa bangkit kembali dan melanjutkan kerja utama kita, yaitu kaderisasi dari hasil keputusan Kongres XXII di Kota Bandung," kata Riyanto.

Kongres GMNI XXII di Bandung, lanjut Riyanto, akan menentukan ke mana GMNI selanjutnya akan membawa Marhaenisme  secara ideal, dan bagaimana ideologisasi Marhaenisme diterapkan di tengah-tengah perkembangan zaman.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya